Guru NU Diminta Produktif Menulis

47
ANJURAN MENULIS: Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom saat membuka workshop di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon, Kamis (28/9). FOTO: IST/JATENGNEW.NET

SEMARANG-Para guru yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) diminta produktif menulis dan mempublikasikan karyanya di jurnal dan media massa. “Kalau guru sudah mulai aktif menulis, maka pendidikan Indonesia akan lebih maju,” tegas Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang KH Anasom MHum saat membuka Workshop “Guru Nahdlatul Ulama Menulis” di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon, Kamis (28/9).

Kegiatan yang diprakarsai LP Maarif Cabang Kota Semarang dengan UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan narasumber Dr Syamsul Maarif MAg (Kapuslitbit LP2M UIN Walisongo), M Rikza Chamami (dosen) dan Asikin Khusnan (pengawas sekolah). Peserta berjumlah 60 guru Nahdlatul Ulama yang memiliki konsentrasi di bidang tulis menulis dari SD/MI hingga SMA/MA.

Anasom menegaskan, menulis merupakan tradisi para ulama dalam menyebarkan ilmu-ilmunya. “Jadi para ulama bisa panjang umur dan terkenang sampai sekarang karena karya tulisnya masih dipelajari oleh para santri,” ucapnya.

Selainitu, katanya, di tengah kesibukan administratif para guru sekolah perlu menyisihkan waktu dalam menulis. “Jangan sampai guru hanya sibuk menulis jurnal sekolah dan menulis rapot saja,” jelasnya.

Ketua LP Maarif Cabang Kota Semarang, H Asikin Khusnan MSI menambahkan, sangat berharap para guru mampu mendisiplinkan diri dalam menulis karya ilmiah. “Menulis dari mulai yang terkecil dengan best practice pengalaman mengajar di kelas,” kata Asikin. Dia juga berkomitmen rencana akan menindaklanjuti dengan pembuatan jurnal ilmiah online khusus guru yang dapat menampung gagasan-gagasan para guru. (04)