GP Ansor Semarang Ungkap Kronologi Kasus Gus Nur

107

SEMARANG-Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Semarang menyatakan selama ini dalam melakukan tindakan apa pun di lapangan sudah sesuai prosedur. Seperti yang terjadi kemarin ada persoalan sedikit dan sudah diluruskan terkait kabar viral soal GP Ansor Semarang.

Polemik sebelumnya, GP Ansor Semarang melakukan gerakan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait kegiatan “Galang Dana untuk Rohingya dalam Festival Muharram” diadakan 15 Oktober lalu di Masjid Al Hikmah Pedurungan dan Masjid At Taqwa Jalan Halmahera menghadirkan Sugi Nur Raharja atau lebih dikenal dengan nama panggung Gus Nur,” jelas Rifqi Hidayat, Koordinator Media PCNU dari Ansor dalam rilisnya kepada JatengNew.Net (JNN), Rabu (18/10) malam.

Menurut Rifqi, dalam catatan GP Ansor bahwa Gus Nur dikenal melalui media sosial kontennya bernuansa provokatif. Dari video yang banyak diunggah di berbagai media sosial dan ia sekarang tinggal di Palu Sulawesi dan sering menyampaikan pernyataan yang menyinggung dan menjelek-jelekkan NU, Ansor/Banser, pemerintah, juga TNI/Polri.

Atas dasar tersebut GP Ansor Semarang kemarin bertindak, katanya, memantau kegiatan tersebut. Dalam kegiatan pertama, dilaksanakan di Masjid Al Hikmah Pedurungan. Ceramah dimulai pukul 12.15 pada bagian awalnya Gus Nur berbicara dengan nada menggebu-gebu dan sempat mengatakan “BANSER NGGATHELI”. Selanjutnya ia memulai menyebar propaganda dengan membandingkan antara Banser, KOKAM dan HTI. “Di tengah-tengah ceramah seorang panitia naik ke panggung dan berbisik padanya lalu dalam sekejap ia menurunkan intonasi ceramah dan menjadi lebih santun. Selanjutnya panitia mulai membatasi pertanyaan,” urainya.

Malam harinya, katanya, kegiatan di Masjid At Taqwa Jalan Halmahera dimulai pukul 20.00 -22.15, dalam acara tersebut ini tidak ada pernyataan sepanas seperti yang disampaikan di Pedurungan. Seusai acara beberapa personil Banser mendatangi panitia untuk bertemu dengan pria yang biasa dipanggil Gus Nur tersebut. “Beberapa personil Banser menemui Sugi Nur Raharja di mobilnya kemudian salah satu Banser masuk ke dalam mobilnya dan membawa menuju Polrestabes Semarang. “Sekitar pukul 23.00 dilakukan mediasi atas statemennya pada siang hari dan beberapa statementnya yang diunggah ke berbagai media sosial. Dalam mediasi yang bersangkutan menyatakan permohonan maaf pada rekan Banser dan Banser menerima permohonan maaf dengan lapang dada,” terangnya.

Menurutnya, ia janji tidak mengulangi perbuatannya itu, permohonan maaf ditulis dalam bentuk surat pernyataan permohonan maaf bermaterai yang ditandatangan oleh Sugi Nur Raharja, GP Ansor Semarang yang diwakili sekretaris Rahul Saiful Bahri dan Polrestabes Semarang.

Namun, jelasnya, ternyata hasil mediasi tidah dipatuhi dengan baik dan pada malam harinya Senin (16/10) Sugi Nur Raharja mengunggah videonya di Semarang dengan caption yang memojokkan Banser. Dia juga memposting di akun “Gusnur Ngaji Bareng” status dan foto provokatif terhadap Banser. (04)