Laksanakan Program KKN Posdaya, Mahasiswa Unnes -TNI Bersinergi

19
MEMAPARKAN - Ketua Yayasan Anugerah Kencana Buana sekaligus penggagas KKN Posdaya Prof Haryono Suyono, saat memberikan pembekalan KKN di Kampus Unnes Sekaran, Selasa (17/10). Foto R01

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes), kembali akan melaksanakan program KKN Unnes Tahap II 2017, yang akan diikuti sebanyak 3.719 mahasiswa dengan melibatkan 124 dosen pembimbing lapangan (DPL).

Mereka akan tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Semarang, Magelang, Kendal, Batang, Pekalongan, Brebes, Tegal dan Kota Semarang.

“Pelaksanaan KKN Unnes 2017 merupakan KKN Tematik yang didalamnya ada program Posdaya. Ada lima bidang yang menjadi sasaran, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan infrastruktur,” papar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Prof Totok Sumaryanto, disela pembekalan KKN di Kampus Unnes Sekaran,Gunungpati, Selasa (17/10).

Ditambahkab, untuk mendukung keberlangsungan pelaksanaan pasca KKN, pihaknya juga  mewajibkan agar mahasiswa mengembangkan tema desa dari masing –masing lokasi.

Hal tersebut mencakup pengembangan kelembagaan, atau unit usaha yang sudah ada di masyarakat. “Selain itu, sebagai bentuk nyata Unnes Konservasi, setiap mahasiswa KKN juga diwajibkan untuk menanam minimal tiga bibit pohon di lokasi KKN, atau mengembangkan budaya yang ada,” tambahnya.

Sementara, Ketua Yayasan Anugerah Kencana Buana sekaligus penggagas KKN Posdaya Prof Haryono Suyono, menuturkan sinergi antara mahasiswa dan TNI, dalam melaksanakan program KKN  serta program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), diharapkan mampu menciptakan keluarga bahagia sejahtera berbasis Pancasila untuk pembangunan keluarga dan bangsa.

“Sinergi ini penting, sehingga mahasiswa dan TNI bisa saling bahu membahu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksaan KKN Posdaya ataupun TMMD ini, mereka sudah dibekali dengan ketrampilan dan kemampuan untuk kemudian ditularkan kepada masyarakat. Harapannya, perekonomian mereka bisa meningkat, kesejahteraan juga meningkat,”paparnya.

Diterangkan, indikator keluarga sejahtera I, makan dua kali sehari, mempunyai pakaian layak untuk keperluan yang berbeda. Selain itu bila ada anak atau anggota keluarga yang sakit dibawa ke dan dilayani pada sarana atau oleh petugas kesehatan, bila pasangan usia subur ingin ber-KB pergi ke dan memperoleh pelayanan pada sarana pelayanan KB serta semua anak berusia 7-15 tahun yang ada dalam sebuah keluarga bersekolah.

“Kita harapkan, dengan pelaksanaan KKN Pos Daya ini, keluarga prasejahtera dijadikan sasaran ditingkatkan menjadi keluarga sejahtera dan keluarga sejahtera  III dan III plus membantu pemberdayaan,” pungkasnya. R01