Adu Kicau Burung Amartha View Cup, Sedot Minat Ratusan Peserta

    99
    MENILAI – Para juri tengah menilai kemampuan dari masing-masing burung kicau yang dipertandingkan dalam lomba burung kicau Amartha View Cup di halaman parkir Amartha View Apartement, Permata Puri, Ngaliyan, Minggu (22/10). Foto R01

    SEMARANG – Ratusan kicau mania atau penggemar burung kicau ikut serta dalam lomba burung kicau Amartha View Cup di halaman parkir Amartha View Apartement, Permata Puri, Ngaliyan, Minggu (22/10). Mereka tidak hanya datang  dari Semarang, namun juga kota sekitar seperti Ambarawa, Kudus, Pati hingga Jepara.

    Dalam lomba tersebut ada sekitar 22 kategori burung yang dipertandingkan, mulai dari Love Bird, Murai Batu, Cucak Hijau, Kacer, Kenari, Murai Batu Borneo, hingga Cucak Jenggot (KT). Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 35 juta.

    Panitia penyelenggara dari Amartha Bird Club, Varib Oktorianto menuturkan,lomba tersebut sebagai wadah kompetisi bagi penggemar burung kicau di Semarang dan sekitarnya. “Antusias masyarakat sangat tinggi, jumlah peserta mencapai sekitar 700-an orang. Mereka datang tidak hanya dari Semarang, namun juga kota sekitar seperti Ambarawa, Kudus, Pati, Jepara. Ini menunjukkan kalau antusiasme masyarakat terhadap burung kicau cukup tinggi,” terangnya.

    Tidak hanya itu, pria yang juga menjabat sebagai Marketing Communication Payon Amartha tersebut, menuturkan, ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya mereka untuk lebih memperkenalkan Payon Amartha kepada masyarakat. “Payon Amartha merupakan bagian dari proyek PP Properti di wilayah Semarang Barat, terdiri dari Amartha Residence dan Amartha View Apartement,” pungkasnya.

    Salah satu peserta lomba, Dede Irawan mengaku datang jauh-jauh dari Kudus untuk bisa mengikuti lomba tersebut. “Saya ikut kategori Murai Batu. Tidak masalah menang atau kalah, namun yang terpenting bisa ikut menyemarakkan kegiatan sekalian berkumpul dengan teman-teman kicau mania lainnya,”paparnya.

    Dirinya mengaku tidak ada persiapan khusus, untuk mengikuti lomba tersebut. Hanya saja, selama perjalanan menuju Semarang, kandang atau sangkar burung dijaga agar stabil dan tidak terguncang selama di jalan. “Tujuannya agar burung tidak stres, kalau sampai kejadian, biasanya tidak mau berkicau dan gelisah. Lompat sana sini, tidak fokus,” tambahnya.

    Hal serupa juga diungkapkan Gendut. Penghobi burung asal Semarang ini mengaku tidak punya kiat khusus sebelum mengikuti lomba. “Hanya saja, sebisa mungkin kondisi burung dalam keadaan sehat dab bugar. Sebelum bertanding dimandikan, kemudian diberi pakan yang cukup. Selain itu selama perjalanan menuju tempat lomba, sangkar ditutup rapat dengan kain gelap sehingga burung tidak stres,” terangnya.

    Kedepan dirinya berharap, lomba serupa juga bisa kembali digelar oleh Amartha Bird Club, mengingat penggemar burung kicau ini sangat banyak dan mereka sangat antusias mengikuti lomba. “Istilahnya, kalau mau dibikin lomba setiap minggu saja, pesertanya pasti tetap banyak,” pungkasnya. R01