Kebutuhan Ahli Madya Farmasi di Indonesia Masih Tinggi

100
WISUDA – Direktur Akfar Theresiana Margareta Retno Priamsari MSc Apt, saat memimpin upacara wisuda ke-8 Akfar Theresiana di Hotel Pesona Semarang, Kamis (19/10). Foto R01

SEMARANG – Kebutuhan industri akan lulusan program Ahli Madya Farmasi di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut harus diimbangi dengan kuantitas dan kualitas kompetensi para calon tenaga kerja. Jika tidak, peluang tersebut bisa direbut oleh pekerja asing dari negara ASEAN lainnya.

“Pada Industri layanan kesehatan sekarang telah maju pesat. Terlihat jumlah rumah sakit tumbuh 10,94%. Terlihat pada tahun 2011-2014 saja pertunbuhan rumah sakit swasta tumbuh 34,12% dibandingkan rumah sakit umum yang hanya 4,18%. Fakta itu membuat peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan termasuk farmasi,” papar Ketua Umum Yayasan Bernardus, Bruder Heribertus Suparno, dalam wisuda ke-8 Akademi Farmasi (Akfar) Theresiana Semarang di Hotel Pesona Semarang, Kamis (19/10).

Untuk meningkatkan kompetensi lulusan sehingga mampu berdaya saing di tingkat global, sejauh ini Akfar Theresiana sudah menggandeng sejumlah perguruan tinggi baik di dalam dan luar negeri. Diantaranya dengan Manila Cental University dan Centro Escolar University, keduanya dari Filipina hingga Lincon College University Malaysia.

Tidak hanya itu, dari segi peningkatan mutu pendidikan dan kelembagaan, pada bulan Juli lalu, akademi pendidikan tinggi  bidang farmasi tersebut juga berhasil meraih Akreditasi Program Studi Peringkat B, dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan.

“Ini menjadi sebuah bukti dan komitmen kita, dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas lulusan agar mampu berdaya saing. Disatu sisi, kami juga ingin mengajak para lulusan agar mampu totalitas kepada masyarakat. Perannya dalam masyarakat sangat dibutuhkan. Dimanapun nanti kalian bekerja, disanalah kalian mengabdi untuk masyarakat,” tandasnya.

Direktur Akfar Theresiana Margareta Retno Priamsari MSc Apt, menambahkan untuk penguatan lukusan, pihaknya juga mendorong untuk meningkatkan bentuk kerjasama, termasuk pertukaran mahasiswa, pengembangan keilmuan dalam bentuk riset, serta peningkatan kualifikasi dosen untuk jenjang S2 dan S3 dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Pihaknya juga terus mendorong penelitian dan riset yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa. Terbukti selama tiga tahun berturut-turut sejak 2015 lalu, mahasiswa akademika Akfar Theresiana meraih hibah program kreativitas mahasiswa (PKM), yang didanai Kemenristekdikti.

“Tidak lupa setiap lulusan juga kita bekali dengan sertifikasi kompetensi keahlian. Sertifikasi ini penting, sebagai tanda pengakuan secara nasional akan kompetensi yang dimiliki lulusan Akfar Theresiana, sehingga mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja dari perguruan tinggi atau akademi lain, atau bahkan tenaga kerja dari luar negeri,” tandasnya.

Dalam wisuda kali ini, diikuti sebanyak 80 wisudawan. Jumlah tersebut menambah jumlah alumni menjadi 418 orang, yang telah bekerja di berbagai sektor di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pengambilan sumpah profesi ahli madya farmasi. R01