Adu Prestasi dan Nyari Duit Lewat Olahraga Elektronik

150
Ketua IeSPA Jawa Tengah Masa Bakti 2017-2022, Nicodemus Dimas Nugrah Widiutomo (kiri) dan jajaran, saat dilantik oleh Ketua Umum IeSPA Pusat Eddy Lim di RM Bring In Jalan Imam Bonjol, belum lama ini.

SEMARANG – Siapa bilang menjadi seorang gamer hanya menghabis-habiskan waktu? Menjadi sesuatu hal yang tidak penting? Mungkin itu dulu. Namun kini, menjadi seorang pemain game atau olahraga elektronik, juga mampu menghasilkan uang, bahkan bisa menjadi wakil negara dalam kejuaraan internasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia (IeSPA) Jawa Tengah Masa Bakti 2017-2022, Nicodemus Dimas Nugrah Widiutomo usai pelantikan di RM Bring In Jalan Imam Bonjol, belum lama ini.

“IeSPA Jateng harus punya peran dalam mengembangkan olahraga elektronik ini. Bisa merambah kancah internasional dan berprestasi. Berbagai upaya kita lakukan untuk mengembangkan olahraga game ini. Salah satunya, mencari bibit unggul di sejumlah e-sport center. Selain itu, kita juga akan menyelenggarakan kejurnas mewakili provinsi,”paparnya.

Selain itu, saat ini juga tengah berlangsung Liga 1 diikuti 24 tim, kemudian liga 2 yang rencananya digelar pada Februari tahun depan. ”Liga 1 sudah berjalan dan diikuti 24 tim. Nantinya pemenang akan mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk disiapkan menjadi atlet e-sport,” ujarnya.

Ia menambahkan, atlet olahraga elektronik ini terbuka bagi semua orang mulai usia 16 tahun. Kami berharap para atlet bisa mempersiapkan diri. Sehingga bisa membawa nama baik IeSPA Jateng memimpin olahraga elektronik,” harapnya.

Pelantikan disaksikan Ketua Umum IeSPA Pusat Eddy Lim, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Jateng dan Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng. Eddy menuturkan, pihaknya berharap pengurus IeSPA Jateng dapat memperkenalkan olahraga elektronik atau olahraga game kepada masyarakat. Sehingga melahirkan atlet-atlet baru di bidang olahraga ini. ”Dilantiknya pengurus di cabang ini akan menggairahkan olahraga game. Akan lahir pula atlet-atlet baru di cabang olahraga ini,” tuturnya.

Eddy berharap pada 2018 mendatang, olahraga elektronik ini akan menjadi olahraga yang dapat diselenggarakan di ASEAN Games. Pelantikan ini sekaligus mendorong cabang olahraga ini semakin berkembang. Berbagai kompetisi akan diadakan. Seperti kompetisi game Dota 2, CSGO dan game lainnya yang menggunakan Personal Computer (PC). Aneka liga akan diselenggarakan untuk melahirkan atlet-atlet baru.

Ia menghimbau kepada seluruh pengurus IeSPA, termasuk Jateng untuk terus mensosialisasikan olahraga elektronik ini. Baik dari segi atlet, pemilik e-sport center, serta bisa menggelar berbagai liga olahraga elektronik. Menurut dia, olahraga game ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi, mengasyikkan bagi penyuka game, dan menuntut kecekatan. Karena mata dan tangan harus bermain cepat, tangkas dan baik. R01