BTN Dorong Peningkatan Efisiensi Pelayanan Melalui Digital Banking

49
MEMAPARKAN - Direktur Utama Bank BTN, Maryono saat memberi kuliah umum kepada sekitar 1.500 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Unnes di Auditorium Kampus Sekaran Gunungpati, Selasa (31/10). Foto R01

SEMARANG – Dunia perbankan dalam tiga tahun terakhir menghadapi dinamika digitalisasi yang berdampak pada bisnis perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan serangkaian langkah adaptasi, antara lain dengan melakukan transformasi digital sejak 2015 lalu.

Sejumlah inovasi pun dilakukan untuk mendekatkan Bank BTN terhadap kebutuhan nasabah yang semakin kompleks, namun membutuhkan layanan transaksi dan akses terhadap produk perbankan yang mudah, murah dan cepat.

“Digital banking kini mutlak dikembangkan oleh perbankan, tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan namun juga menarik nasabah baru, terutama generasi millennial karena mereka menyukai hal-hal yang serba instant dan simple,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono saat memberi kuliah umum kepada sekitar 1.500 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Unnes di Auditorium Kampus Sekaran Gunungpati, Selasa (31/10).

Beberapa terobosan yang dilakukan diantaranya, meluncurkan BTN Digital Lounge yang kini diubah menjadi smart branch, kemudian layanan Digital Solution, yakni aplikasi perbankan untuk ponsel pintar selain internet banking BTN.

“Aplikasi ini bisa diunduh lewat playstore atau appstore. Ini menjadi pilihan nasabah, terutama millenial karena memudahkan mereka untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit, asuransi, transfer dan membayar pembelian e-commerce yang kini menjadi trend berbelanja konsumen, serta melakukan top up digital payment seperti gopay, grabpay dan sebagainya,” tandasnya.

Selain aplikasi, Bank BTN juga mengoptimalkan laman www.btnproperti.co.id. Situs ini menjadi kanal pemasaran digital untuk mendekatkan BTN ke calon nasabah yang menghendaki aplikasi KPR yang cepat dan jual beli properti yang mudah.

“Hasilnya luar biasa. Pada periode Januari- September 2017, jumlah pengajuan KPR online meroket 123% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 3.264 aplikasi KPR menjadi 7.272 aplikasi KPR. Adapun realisasinya juga naik  32% di periode tersebut atau menjadi sekitar 1.485 unit dari 1.127 unit. Meski realisasi KPR masih didominasi pengajuan KPR konvensional,namun kenaikan aplikasi KPR online menjadi bukti tren penggunaan internet untuk penjualan produk perbankan semakin meningkat,” terang pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undip ini.

Pesatnya perkembangan digital banking juga meningkatkan efisiensi bagi sejumlah perusahaan termasuk perbankan, misalnya penurunan jumlah cabang, hingga SDM. Sehingga di era digital, korporasi membutuhkan SDM yang inovatif,mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan menambah kemampuan yang bisa mengakomodasi dinamika kebutuhan masyarakat.   “Untuk itu, BTN mencoba membantu mahasiswa dengan membuka sejumlah titik BTN zone di beberapa perguruan tinggi, yang tujuannya mengenalkan digital banking di perbankan,” lanjutnya.

BTN Zone memberikan akses ke mahasiswa untuk terkoneksi dengan internet, mempelajari produk perbankan  BTN, dan merasakan langsung kemudahan bertransaksi dengan aplikasi digital solutions yang bisa mendorong mendorong cashless society. R01