Mahasiswa Kelautan Undip Kampanyekan Anti Sampah di Laut

1067

SEMARANG-Saat ini kawasan laut di Indonesia masih banyak dijadikan pembuangan sampah akhir oleh masyarakat dan kondisi ini sering kurang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Banyak sampah-sampah yang berasal dari daratan mengalir ke laut dan ini bisa mengganggu kehidupan biota-biota di dalam perairan karena tercemar.

Keprihatinan kekayaan laut rusak ini membuat mahasiswa kelautan Undip harus mengampanyekan dengan melaksanakan program sosialisasi kepada masyarakat pentingnya menjaga laut khususnya dari sampah plastik. “Keprihatinan mahasiswa Undip ini kemudian mereka lakukan dengan kampanye di acara car free day Simpanglima minggu lalu,” jelas Erick, anggota Himpunan Mahasiswa (Himma) Ilmu Kelautan Undip kepada JatengNews.Net (JNN).

Kegiatan kemarin mengambil tema “Harmony of Our Lovely Sea” atau (HOLYSEA) dengan jargon “bersih daratku, biru lautku”.”Holysea itu sendiri merupakan acara gabungan yang dilaksanakan mahasiswa Kelautan Undip angkatan 2017 bersama dengan Humas Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan. “Acara kemarin juga ada orasi, kampanye dan juga penandatanganan petisi oleh masyarakat. Kampanye dan orasi dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan, pada akhirnya akan bermuara ke lautan. Sampah plastik ini kemudian dapat menjadi pembunuh terbesar di lautan,” kata Erick.

Dikatakan, hingga akhir tahun 2016 lalu Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Heru Waluyo juga pernah menyampaikan, Indonesia merupakan penyumbang  sampah plastik di laut urutan kedua terbesar di dunia. Data yang dihimpun oleh CNN Indonesia.com menunjukkan bahwa Indonesia rata-rata menyumbang 3,2 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. (Vincentia Robin)