BTN Berikan Akses KPR Bagi Mitra Go-Jek di Semarang

36

SEMARANG –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali memperluas akses kredit pemilikan rumah (KPR), dengan menyasar kepada pekerja ojek online. Melalui langkah strategis tersebut, sekitar 27.000 tukang ojek online yang tergabung dalam Mitra Go-Jek diberi kesempatan untuk mengakses KPR BTN dengan bunga rendah dan skema cicilan ringan.

“Program ini dalam rangka menjangkau masyarakat yang belum memiliki rumah, sekaligus menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang sudah dicanangkan pemerintah. Pada kesempatan kali ini, perseroan membuka akses KPR bagi para ojek online yang tergabung dalam Mitra Go-Jek di Semarang. Sebelumnya, kita juga sudah melakukan hal yang sama dengan Mitra Go-Jek di Jabodetabek, Palembang, dan Surabaya,” papar Direktur Bank BTN Oni Febriarto, dalam siaran pers, Selasa (19/12).

Diterangkan, sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, Bank BTN terus melakukan berbagai inovasi dan kemitraan. Tujuannya, lanjut dia, untuk menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki hunian, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal.

“Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank BTN kembali membuka peluang bagi para Mitra Go-Jek di Semarang, untuk dapat memiliki rumah dengan cicilan kurang dari Rp50 ribu per hari. Sejauh ini, fasilitas KPR khusus bagi Go-Jek telah diluncurkan sejak Mei 2017. Tercatat hingga November 2017, ada kurang lebih sebanyak 4.500 mitra Go-Jek yang telah mengajukan diri untuk bisa memeroleh fasilitas KPR khusus tersebut,” terangnya.

Ditambahkan, dari jumlah tersebut sebanyak 397 Mitra Go-Jek telah melakukan akad KPR, dengan nilai total Rp51,6 miliar pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 KPR BTN, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, pada 11-15 Desember 2017 lalu, Bank BTN juga menggelar Mini Expo Perumahan di Semarang.Termasuk kegiatan serupa, yang  juga telah digelar di beberapa kantor cabang Bank BTN di kota-kota besar Indonesia. “Dalam kiprahnya selama 41 tahun memberikan pembiayaan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak, BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp230,2 triliun. Nilai ini untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah,” tandas Oni.

Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75% diantaranya mengalir dalam bentuk KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Non-Subsidi.

Dirinya juga menjelaskan, Bank BTN menyediakan fasilitas KPR Mikro bagi para pekerja informal lainnya. Fasilitas tersebut, sebagai wujud komitmen Bank BTN menjangkau lebih banyak masyarakat untuk memiliki rumah, terutama kalangan masyarakat menengah ke bawah. Melalui fasilitas KPR BTN Mikro, para pekerja informal bisa memiliki rumah dengan plafon kredit maksimal Rp 75 juta dan tenor 20 tahun.

“KPR BTN Mikro jugamenawarkan skema pembiayaan, dengan besaran uang muka dan angsuran yang disesuaikan dengan kemampuan pekerja. Langkah ini juga sejalan dengan inklusi keuangan, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia mengakses layanan perbankan,” tandasnya.

Sementara, SVP‎ Public Policy and Government Relation Go-Jek, Malikulkusno Utomo menjelaskan, kerjasama itu merupakan bagian dari program Go-Jek untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. “Hanya dengan cicilan sebesar Rp 42 ribu per hari, mereka sudah bisa mendapatkan rumah subsidi,” jelasnya di Hotel Santika Premier Semarang, Selasa (19/12).

‎”Para pekerja sektor informa seperti mitra kami, sering dianggap tidak bankable sehingga sering mengalami kesulitan mendapatkan produk perbankan. Kini dengan kerjasama ini, kita berharap, kerjasama akses KPR tersebut dapat ikut meningkatkan kesejahteraan para mitra ‎Gojek. Syaratnya minimal sudah setahun menjadi mitra, dan telah menabung Rp 42 ribu per hari selama sembilan bulan‎, dengan estimasi 30 hari setiap bulannya,” pungkasnya. R04