STAINU Temanggung Gelar Praktik Peradilan Semu

58

TEMANGGUNG-Demi memperkuat kompetensi mahasiswa, prodi Al Ahwal Al Syakhsyiyyah (AS) Jurusan Syariah STAINU Temanggung menggelar Simulasi Praktik Peradilan Semu di ruang kuliah Gedung A3 lantai 2 STAINU Temanggung, Jumat (22/12).

Ketua Prodi AS Syariah, Sumarjoko MSi mengatakan bahwa peradilan semu dilakukan selama dua hari mulai Kamis-Jumat  (21-22/12). Menarik, karena juga dihadiri narasumber Muhammad Jamal MH, dosen Prodi AS STAINU Temanggung yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia.

“Sedangkan hari terakhir Jumat (22/12) diampu Drs. Ali Irfan MH yang saat   ini sebagai hakim bersertifikat khusus. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Prodi Al-ahwal Al- syakhshiyyah dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan,” urainya.

Dikatakan, kegiatan peradilan semu ini sebagai  prasyarat mahasiswa untuk dapat mengikuti PPL. Bahkan, lebih jauh lagi kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan kerangka kurikulum KKNI dan SNPT yang telah diterapkan STAINU Temanggung. Hadir pada kegiatan yakni Ketua Program Studi (Prodi) Al Ahwal Al Syakhsyiyyah, Sumarjoko SHI MSi, dengan didampingi oleh Sekretaris Prodi Hidayatul Ulfa MA.

Sumardjoko menegaskan, kepada pihak Pimpinan STAINU yang telah memberikan dukungan dan fasilitas sehingga kegiatan ini bisa berjalan. “Ucapan terima kasih yang sama juga saya sampaikan ke dosen Pengampu Mata Kuliah Praktik Peradilan Drs Ali Irfan SH MH yang telah bersedia untuk memberikan bimbingan dan penyiapan naskah acuan praktik peradilan semu ini.

“Sebab dengan bimbingan dari praktisi peradilan, karena beliau juga sebagai hakim di lingkungan peradilan agama, maka para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman nyata sebagaimana mengikuti persidangan yang sebenarnya di ruang pengadilan,” sanjungnya.

Drs Ali Irfan MH yang juga sebagai hakim bersertifikat khusus untuk menangani sengketa ekonomi syariah itu dalam pengarahannya menyampaikan, tujuan diadakannya simulasi praktik peradilan semu (pseudo court) ini adalah untuk memperoleh pengalaman nyata mengenai bagaimana melakukan persidangan, pemeriksaan pihak-pihak berperkara, mekanisme upaya perdamaian melalui mediasi, tata cara jawab jinawab, pembuktian, penyampaian simpulan sampai dengan dibacakannya putusan. (04)