LPTNU-Dikti Beri Bimbingan Penjaminan Mutu

35

SEMARANG – Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) bekerjasama dengan Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Pembelajaran dan Mahasiswa Kemenrsitekdikti mengadakan bimbingan teknis penjaminan mutu internal di Universitas Wahid Hasyim, belum lama ini.

Acara dibuka Direktur Penjaminan Mutu Internal Kemenristekdikti Prof Dr Aris Junaidi. “Pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan nahdlatul ulama. Dengan mengusung tema kita tingkatkan budaya mutu yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa sebenarnya secara kuantitas PTNU semakin dikenal dan diminati. Maka dari itu, konsekuensi logisnya peningkatan mutu harus menjadi sebuah budaya,” tegas Prof Aris

Wakil Ketua I PP LPTNU M Afifi menyinggung soal mekanisme akreditasi, pada 2017-2018 adalah tahun akreditasi PTNU. Jika perguruan tinggi ditangani oleh BAN PT, maka PTNU ditangani oleh Desk Akreditasi. “SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) adalah salah satu cara untuk penguatan akreditasi, karena itu fokus pembinaan dari LPTNU salah satunya dalam akreditasi,” urainya. Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Desk Akreditasi Prof Ahmad Mujahidin dan Dr Syamsul Aminullah sebagai narasumber.

Alfin Mustikawan, fasilitator wilayah UIN Malang dan Retno Susilorini fasilitator pusat asal Unika Soegijapranata di sela-sela kegiatan mengatakan bahwa LPTNU harus memiliki reputasi yang baik dan merespon dengan cepat setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Pola pembangunan infrastruktur dari sentralisasi berubah menuju desentralisasi merupakan bagian cara memajukan daerah. Dengan demikian, peluang memperluas jangkauan pendidikan semakin terbuka. Saat ini jumlah perguruan tinggi NU di Indonesia ada sekitar 254, tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah. Nah, tugas kita memacu dan memonitor agar kuantitas tersebut bisa diimbangi dengan kualitas,” kata Alfin.(04)