Harlah Ke-92, NU Gelar Refleksi & Sholat Gerhana

56

SEMARANG-Ada yang istimewa dalam acara peringatan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-92 tahun ini. Tak hanya pengajian seperti biasa, namun diisi pula dengan Sholat Gerhana Bulan dan ungkapan refleksi dari empat rektor perguruan tinggi. Panitia Harlah NU ke-92 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang juga mengundang Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Rektor Universitas Wahid Hasyim, Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) untuk memberikan pidato bertema refleksi tentang kiprah NU di dunia khususnya di Semarang” bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Rabu (31/1) mendatang pukul 16.00-23.00. Para rektor dan hadirin diajak Sholat Gerhana dan jamaah Magrib, lalu jamaah Isya, dan ditutup Mauidhoh Hasanah oleh Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh.

Ketua Panitia Harlah NU ke-92 PCNU Kota Semarang, Saechu Amrin menerangkan, pihaknya akan menghadirkan ribuan jamaah untuk memeriahkan acara tersebut. Harapannya seluruh warga nahdliyin Kota Semarang hadir bersama keluarga atau jamaahnya. “Mari kita ramaikan Harlah NU kita yang istimewa ini. Ayo hadir bersama seluruh keluarga dan jamaah Anda,” ucapnya usai menutup rapat panitia di Kantor PCNU Kota Semarang, kemarin.

Saechu menambahkan, harlah tersebut para rektor akan memberikan banyak wawasan tentang perlunya warga NU waspada dan bijaksana dalam menghadapi tahun politik yang kini sedang banyak pilkada, yang seluruhnya melibatkan tokoh-tokoh NU sebagai kontestannya. Para tokoh senior NU dijadwalkan memberikan pidato refleksi, di antaranya mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji dan Ketua Badan Pengelola  MAJT  Noor Ahmad.

Rois Syuriyah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Sodaqoh juga akan memberikan nasehat-nasehat tentang perlunya menjaga NU dan menata barisan agar menjadi jam’iyyah (organisasi) yang sesuai khittah pendiriannya. “Mbah Ubed akan menyampaikan pesan agar kita bangkit dan menata NU kita. Karena menjaga NU adalah menjaga Indonesia, menghancurkan NU adalah menghancurkan Indonesia,” ujarnya. (04)