Masyarakat Papua Rindukan Sosok Gus Dur

23

SEMARANG-Kepedulian akan nasib saudara yang ada di bumi cenderawasih yakni masyarakat Papua menjadi perhatian hingga munculnya gagasan digelarnya FGD “Kongkow Bareng Antar Etnis” yang dilaksanakan DPD KNPI Kota Semarang. Hal tersebut diungkap dengan baik dan digelar gedung Juang 45 Jalan Pemuda, Jumat (2/2) kemarin.
Robert Manopo, Tokoh Papua yang hadir sebagai pembicara menyampaikan bahwa masyarakatnya membutuhkan sosok yang memahami Papua seperti Gus Dur. “Persoalan di Papua itu tidak akan pernah habis,” kata pria kelahiran Biak saat membuka FGD tersebut.
Dikatakan, orang Papua memang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat. “Orang Papua tidak hanya butuh pembangunan dan kesejahteraan, tapi juga butuh perlindungan khusus, karena mereka tidak memiliki kemampuan daya saing,” ucapnya.
Ia menyatakan, merindukan sosok presiden seperti Abdurrahman Wahid, dan orang Papua butuh Presiden seperti Gus Dur, hanya di masa Gus Dur orang Papua merasa senang. Mereka diberikan ruang dan kebebasan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sendiri. “Ada masalah apa, mau bangun apa diberikan kesempatan. Orang Papua beranggapan bahwa Gus Dur adalah bapaknya orang Papua,” Ungkap pria yang pernah menjabat Ikatan Mahasiswa Papua Semarang saat diwawancarai lebih lanjut.
Adrianus Bintang, Dosen Hukum dan Komunikasi Unika menambahkan, banyak hal satu di antaranya adalah tentang kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid. “Bendera Bintang Kejora diperbolehkan berkibar dengan bebas oleh Presiden Indonesia di masa Abdurrahman Wahid selama berdampingan dengan merah putih dan tidak lebih tinggi dari merah putih. Bintang Kejora ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Papua,” ucap dosen yang menjadi Peneliti Persoalan Konflik Papua ini.
Sementara itu, Dr H Budianto SH MH , peneliti persoalan konflik Papua menegaskan, pentingnya menjaga stabilitas politik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Bangsa ini bisa maju ditentukan oleh kualitas SDM,” jelas senior KNPI Jawa Tengah ini.
Ketua DPD KNPI Kota Semarang Choirul Awaludin menambahkan bahwa diskusi ini sebagai kunci produktifitas kegiatan. KNPI memang gemar berdiskusi tentang banyak hal terutama soal politik kenegaraan. A. Rifqi Hidayat, Ketua Panitia menmabahkan, kegiatan tersebut digelar terkait merebaknya peredaran isu dari pesan berantai yang dirasa menyesatkan. (04)