Tuntutan Global, 50 Persen Dosen Polimarin Berasal dari Praktisi dan Kalangan Industri

28
BERBINCANG - Direktur Polimarin Semarang  Dr Sri Tutie Rahayu MSi  berbincang dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Dr Ir Surat Indrijarso MSc dan Kepala Subdirektorat Kerjasama Perguruan Tinggi R Purwanto Subroto PhD, disela seminar internasional di kampus tersebut, Senin (5/2).

SEMARANG – Pemerintah melalui Kemenristekdikti terus memperkuat pendidikan tinggi vokasi yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan lulusan, sehingga mampu bersaing dikancah global.

“Networking sangat penting, tidak hanya nasional namun juga internasjonal, guna merespon tantangan globalisasi. Kita tahun ini, sudah ada kerjasama double degre dalam mengembangkan SDM Maritim. Terlebih Indonesia, sebagai negara perairan maka SDM hasil lulusan dari Polimarin, dan lembaga pendidikan sejenis diharapkan berkompeten sehingga tidak kalah bersaing,”terang Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang  Dr Sri Tutie Rahayu MSi , disela seminar internasional “The Role of Higher Vocational Education inSupporting Indonesia to become a GlobalMaritime Hub” di kampus tersebut, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang, Senin (5/2).

Polimarin Semarang, menjadi salah satu pendidikan tinggi vokasi, yang menjadi perhatian pemerintah. Termasuk dengan penguatan SDM dosen hingga kerjasama internasional, sehingga mampu menghasilkan taruna yang berkompeten.

Ditambahkan, kerjasama dengan industri sangat penting bagi pendidikan vokasi, sehingga ada link and match, antara lulusan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan industri. “Para dosen yang ada di Polimarin, hampir 50 persen berasal dari kalangan industri, sehingga kebutuhan SDM oleh industri bisa penuhi. Lulusan yang kita hasilkan sesuai dengan kebutuhan industri, jadi tidak ada lagi cerita gap atau sela antara industri dan perguruan tinggi. Ini sangat bagus, terutama menyambut globalisasi dan persaingan dunia,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Subdirektorat Kerjasama Perguruan Tinggi Direktorat Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, R Purwanto Subroto PhD. Diterangkan, seminar tersebut menjadi bagiand ari kerjasama antara Kemenristekdikti dan Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, dalam pengembangan kemaritiman di Indonesia.

“Kita berupaya memperkuat revitaliasi pendidikan vokasi, melalui Dirjen Kelembagaan dengan mengembangkan program-program, yang bisa dimanfaatkan oleh Politeknik di Indonesia, baik pengembangan SDM atau pun institusi. Termasuk menjalin kerjasama dengan Kedubes Inggris,” terangnya.

Sementara, Deputi Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Dr Ir Surat Indrijarso MSc, berharap ada sinergi dari industri dan perguruan tinggi, serta antara departemen kelembagaan. Menurutnya bukan waktunya lagi memikirkan ego sektoral, sehingga program pemerintah dalam mewujudkan kejayaan kemaritiman di Indonesia bisa tercapai.

Hadir sebagai pembicara diantaranya, Curriculum Head City of Glasgow College Angus Ferguson, Director of Asia Pacific for  The Institute of Marine Engineering, Science and Technology (Imarest) David Kelly, Sirajuddin Tenri Cambridge English dan Captain Bambang Purnomo dari Indonesian Maritime Industry. R01