Sekolah Islam Terpadu Dukung Dunia Pendidikan

45

SEMARANG-Dunia pendidikan Islam di Indonesia kini kian maju dengan hadirnya sekolah-sekolah yang mengatasnamakan Islam Terpadu (IT).

Dahulu sekolah-sekolah Islam tidak berkembang karena kurangnya pengelolaan yang baik dan tidak mementingkan kualitas.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Dr Sukro Muhab MSi dalam Seminar Parenting “Sinergi Mewujudkan Generasi Milineal Berkarakter Islami” yang diadakan Sekolah IT KB-SMP IT Harapan Bunda (Harbun) di Balairung UPGRIS, Sabtu kemarin.

Acara juga mengundang Solikhin Abu Izzudin, penulis buku Best Seller “Zero to Zero” dan dihadiri Sutarto pejabat dari Dinas Pendidikan Kota Semarang serta Direktur Pendidikan Yayasan Bakti Ibu, M Sifin Almufti SAg selaku moderator.

Dr Sukro menegaskan, berkembangnya sekolah Islam Terpadu rata-rata mereka ikut organisasi resmi yakni di JSIT. Sayangnya, di Indonesia tidak semua sekolah tersebut bermutu. “Karena ada yang ikut-ikutan memakai nama IT tetapi tidak bermutu. Masih banyak yang tidak terdaftar dan tidak resmi mengingat kita adalah organisasi resmi.

“Sekolah yang resmi terdaftar di kita memakai IT se-Indonesia ada 2215, sementara yang tidak resmi bisa mencapai tiga ribu lebih,” jelas Sukro.

Solikhin menambahkan, sekolah-sekolah IT memang umumnya para guru mendidiknya dengan keteladanan. Mereka sangat memiliki kedekatan hati dengan anak lewat pendidikan agama Islam. “Inilah salah satu kekuatan dan lewat doa mereka meminta bantuan dengan Allah SWT,” urainya.

Sutarto, pejabat Disdik Kota Semarang sependapat, hadirnya sekolah-sekolah Islam Terpadu diharapkan harus punya kelebihan. Sekolah harus punya keunikan, berusaha siap biaya sekolah murah.

Sementara dalam waktu dekat Yayasan Bakti Ibu yang membawahi IT Harbun juga akan men-launching SMA IT Harbun di wilayah Kelurahan Pedurungan Lor,” pungkasnya. (04)

FOTO: IST

MOTIVASI PENDIDIKAN: Dr Sukro Muhab MSi, Ketua Dewan Pembina JSIT saat paparan seminar parenting di Balairung UPGRIS.