Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia, Alumni Polimarin Harus Berperan

19
Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal Bambang Suswantono, dalam kuliah umum di kampus Polteknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Kamis (29/3).

SEMARANG – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

“Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” papar Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal Bambang Suswantono, dalam kuliah umum di kampus Polteknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Kamis (29/3).

Terlebih, pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari barat ke asia timur, negara-negara Asia sedang bangkit. Momentum ini menunjang cita-cita indonesia sebagai poros maritim dunia.

Mantan Komandan Paspampres era Presiden Jokowi ini, meminta para alumni Polimarin Semarang, untuk ikut menjadi bagian dalam mewujudkan nawa cita tersebut. Ditambahkan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maririm dunia, Presiden Jokowi memaparkan lima pilar utama yang akan menjadikan Indonesia mewujudkan cita-citanya sebagai poros maritim dunia. Kelima pilar itu, salah satunya yakni pembangunan kembali budaya maritim Indonesia.

“Bangsa ini sudah terlalu lama melupakan laut, memunggungi lautan. Untuk itu saatnya kita bangun kembali kejayaan bangsa di lautan. Padahal dari dulu nenek moyang kita dikenal senbagai pelaut. Tunjukkan kepada dunia bahwa, pelaut-pelaut Indonesia itu handal,” terangnya dihadapan sekitar 322 taruna taruni.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menekankan pentingnya nasionalisme. “Nasionalisme merupakan identitas bangsa. Ini yang harus dijaga dan dipertahankan,” tandas pria kelahiran Semarang tersebut.

Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu memaparkan, pihaknya berharap dengan adanya kuliah umum dari Komandan Korps Marinir TNI AL tersebut, mampu meningkatkan semangat dan memperkokoh mental para taruna-taruni.

“Lulusan Polimarin, telah kita bekali dengan kemampuan dan ketrampilan, termasuk sertifikat keahlian bertaraf internasional. Sehingga diharapkan mereka mampu menjadi bagian, dalam mewujudkan cita-cita bangsa, Indonesia sebagai poros maritim dunia,”tandasnya. R01