BKKBN Siap Putus Rantai Kemiskinan

17

SEMARANG-BKKBN selama ini dalam programnya tak hanya membicarakan masalah program KB akan tetapi juga berusaha melakukan penurunan kemiskinan. Bahkan akan berusaha memutus rantai kemiskinan yang ada di Indonesia dengan bekerjasama penyuluh lapangan KB di Indonesia.

“Solusi menekan kemsikinan, masyarakat harus ber-KB dan ini tugas kami untuk melakukan penyuluhan di setiap daerah,” tegas Sekretaris Utama BKKBN RI Nofrijal SP MA dalam acara Coffe Morning di Hotel Kesambi, Minggu (22/4). Acara juga dihadiri Kepala BKKBN Jateng Wagino SH MSi dan jajarannya.

Nofrijal menegaskan, pihaknya menyayangkan masih banyak warga miskin tidak ber-KB sehingga jumlah anaknya meningkat. Hal ini menyebabkan generasi baru kemiskinan semakin meningkat. “Maka tahun ini kita terus mengejar program-progam seperti “Kampung KB” di setiap kecamatan terus dilakukan. Karena pihaknya sudah menganggarkan per kecamatan Rp 85-100 juta per untuk program ini,” terangnya.

Senada dikatakan Kepala BKKBN Jateng Wagino SH MSi bahwa hingga kini bonus demografi perkembangan di Indonesia program KB terus gencar dilakukan di wilayahnya. Sumbangsih terbesar selama 30 tahun mengurangi kemiskinan adalah BKKBN dan ini patut diapresiasi. “Untuk meningkatkan program, kita jugaakan mengadakan lomba “Kampung KB” karena ini juga didukung dari pemprov mengingat inisudah ada perda dan pergubnya.

Disebutkan, di Jateng soal kemiskinan paling banyak ada di Wonosobo, Kebumen, Brebes dan ini menjadi perhatian serius sebagai target untuk bisa dilakukan penyuluhan. “Kemiskinan muncul juga tidak hanya tuidak ber-KB, akan tetapi juga karena perkawinan di usia muda yang menyebabkan kemiskinan bertambah,” pungkasnya. (04)

FOTO: IST/JNN

PROGRAM KB: Sekretaris Utama BKKBN RI Nofrijal SP MA saat memaparkan kemajuan program di Hotel Kesambi, Minggu (22/4).