Ditunjuk Kemenhub, PIP Semarang Beri Pelatihan BST bagi Awak dan Pekerja Kapal

210
FOTO BERSAMA - Direktur PIP Semarang Capt Marihot Simanjuntak berfoto bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan jajaran, disela pembukaan BST Khusus Awak Kapal dan Pekerja pada KLM serta Kapal Penangkap Ikan di Gedung Shangrila, Tegal, Rabu (25/4) lalu

TEGAL – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang mendapat kepercayaan dari Kementerian Perhubungan, untuk memberikan pelatihan Diklat Basic Safety Training (BST) Khusus Awak Kapal dan Pekerja pada Kapal Layar Motor (KLM) serta Kapal Penangkap Ikan. Pelatihan selama tiga hari tersebut, diikuti sebanyak 100 nelayan yang berasal dari Tegal dan sekitarnya.

“Pelaksanaan diklat ini diselenggarakan Badan Pengembangan SDM Perhubungan,melalui PIP Semarang. Peserta tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis,“ papar Menhub Budi Karya Sumadi, usai secara simbolis mengenakan topi dan name tag kepada perwakilan peserta Diklat BST, disela pembukaan diklat di Gedung Shangrila, Tegal, Rabu (25/4) lalu.

Penyelenggaraan Program Diklat ini bertujuan agar peserta mampu secara aman melakukan penyelamatan dirinya sendiri di laut, mencegah dan memadamkan kebakaran di KLM atau di kapal penangkap ikan, melakukan P3K, menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja serta tanggung jawab sosial termasuk kewaspadaan dalam mencegah pencemaran lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dapat diikuti masyarakat ekonomi kurang mampu secara gratis. Kegiatan ini direncakan akan berlangsung dalam tiga hari, mulai 25 sampai dengan 27 April 2018, bertempat di Gedung Yasintha “SPBU MURI” Jl. Raya Dampyak 134 Kramat, Tegal, Jawa Tengah.

“Manfaat dari pelaksanaan diklat, yakni nantinya peserta akan memiliki keahlian yang diakui di atas kapal. Hal ini karena sebelumnya mereka belum memiliki pengalaman, dan tidak memiliki sertifikat diklat ketrampilan BST,” kata Direktur PIP Semarang, Capt. Marihot Simanjuntak MM dalam laporan pendidikannya.

Pada hari pertama, selain tim pengajar dari PIP Semarang, juga berkesempatan menyampaikan materi kepada peserta diklat adalah Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Junaidi.

Menurutnya, sesuai ketentuan setiap orang yang bekerja di atas kapal harus punya identitas atau SID, termasuk nelayan ikan. Kaitannya dengan penyelenggaraan diklat ini adalah setelah lulus kegiatan dan mendapatkan sertifikat BST, para nelayan dapat mengajukan buku pelaut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).Pihaknya mendorong seluruh nelayan untuk memiliki dokumen legal.

Dalam kesempatan ini, Menhub juga menyampaikan buku pelaut kepada perwakilan peserta DPM Tahun 2017 yang diselenggarakan di Juwana dengan 300 peserta. Jajaran Kementerian Perhubungan yang turut hadir dalam pembukaan acar,a diantaranya adalah Kepada Badan Pengembangan SDM Perhubungan Djoko Sasono, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Ir I Nyoman Sukayadnya MM dan jajaran PIP Semarang. R01