Kemiskinan dan Pengangguran di Jateng Tinggi

17

SEMARANG-Pakar Kependudukan Unnes Prof Dr Saratri Wilonoyudho merasa prihatin atas meningkatnya kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah yang masuk kategori tinggi. Hal ini dipengaruhi dengan kemajuan jaman yang tidak mendukung pada kesejahteraan rakyat.

“Saya melihat kemajuan jaman, banyak lahan di Jateng lenyap digunakan usaha para investor dan contohnya di Semarang banyak kampung juga tergusur.  Ini menyebabkan kesengsaraan, pengangguran dan kemiskinan secara bertahap,” tegas Pakar Kependudukan Unnes Prof Dr Saratri Wilonoyudho saat menghadiri Musda Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Jateng kerjasama dengan BKKBN Jateng di Hotel Pesona, kemarin.

Pria yang juga Ketua Koalisi Kependudukan Jateng ini menilai, bicara kependudukan bisa diawali karena banyaknya kasus pernikahan dini yang menyebabkan kemiskinan bertambah. Karena keluarga dianggap belum mapan sehingga melahirkan manusia-manusia kurang sehat. “Kalau meningkatnya pengangguran seperti di Jateng salah satunya banyak lahan yang hilang serta malasnya orang bekerja keras,” tuturnya.

Menurutnya, dengan digelarnya musda ini dengan peserta berbagai instansi dari kabupaten dan kota bisa mencari solusi agar mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Pesan kami, peserta kelompok kerja di lingkungan BKKBN harus bisa meningkatkan kinerjanya melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” pungkasnya. Kepala BKKBN Jateng, Wagino SH MSi menambahkan, pihaknya akan terus memotivasi petugas KKBPK bekerja di daerahnya. (04)

FOTO: IST/JNN

BAGI PENGALAMAN: Pakar Kependudukan Unnes Prof Saratri  beri keterangkan ke awak media, kemarin.