BIN Ajak BEM PTNU Waspada Aksi Radikalisme

27

SEMARANG-Badan Intelijen Negara(BIN) mengajak kepada ratusan BEM Perguruan Tinggu Nahdlatul Ulama (PTNU) se-nusantara untuk bersatu membendung adanya serangan maraknya isu radikalisme. Semua harus kerjasama bersama-sama antara BIN, Polri, mahasiswa, kelompok cendekiawan dan kaum birokrat.

“Inilah pentingnya kita bisa bersama-sama berkumpul dalam acara ini untuk menjaga negara kita dari serangan radikalisme,” tegas Kepala BIN Jenderal Pol Drs Budi Gunawan SH MSi PhD di hadapan ratusan BEM PTNU dalam Kongres VI di Kampus III FK Unwahas, Sabtu (28/4). Acara juga dihadiri pejabat dari BNPT Dr Suaib Thohir, Anggota DPR RI Prof Dr Noor Achmad MA, Rektor Unwahas Prof Mahmutarom, mantan Napi Teroris Yudi Zulfahri dan tamu undangan.

Kongres VI BEM PTNU bertema ”Meneguhkan Peran Serta PTNU dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme”, Budi mengajak pentingnya peran PTNU dalam menangkal radikalisme dan terorisme kegiatan ini didasari karena ada keprihatinan mahasiswa atas situasi keamanan nasional. Paham radikalisme mulai menyasar mahasiswa dan pelajar untuk menyebarkan ideologi mereka.

“BIN mendukung mahasiswa menggelar aksi deklarasi untuk menolak segala bentuk aksi deradikalisasi yeng mengatasnamakan agama. Intoleransi bukanlah budaya bangsa Indonesia sehingga segala bentuk deradikalisasi tidak sesuai dengan ideologi bangsa,” terangnya.

Acara tersebut juga ada dialog antara BNPT, PTNU dan mantan Napi Terorisme Yudi Zulfahri yang menarik perhatian. Yudi menegaskan, dahulu dirinya pernah terlibat aksi – aksi terorisme menyimpang di Aceh. “Saat ini saya sudah sadar atas sikap dan kesalahan saya. Dan sekarang sudah sadar fokus kuliah S2 dan meninggalkan sikap yang menyimpang untuk negara,” pungkasnya. (04)

FOTO: IST/JNN

BERDIALOG: Kepala BIN Jenderal Pol Drs Budi Gunawan SH MSi PhD (kiri) usai pengarahan disambut Anggota DPR RI Prof Dr Noor Achmad MA di Kampus III Unwahas, Sabtu (28/4).