Cegah Kanker Serviks, Lakukan Ini Sebelum Terlambat

29

SEMARANG – Kanker serviks menjadi salah satu penyakit mematikan dengan angka kejadian tinggi. Menurut data World Health Organization (WHO), setiap tahun tidak kurang dari 15 ribu kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Tidak kurang per hari terdapat 40 wanita yang terdiagnosis kanker serviks, dan 20 wanita diantaranya meninggal karena pernyakit tersebut.

Pada 2016 terdapat 17,8 juta jiwa penderita kanker serviks, dan jumlahnya meningkat menjadi 21,7 juta jiwa di 2017. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara tertinggi kedua daIam kasus penderita kanker serviks. Diperkirakan, jika tidak dilakukan pencegahan pada 2030 penderita kanker serviks di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat.

Latar belakang tersebut, mendorong Laboratorium Klinik Prodia menggelar seminar nasional kesehatan wanita dengan tema ‘Keep Strong, Stay Healthy Kanker Serviks dan Kanker Ovarium’ di Pesonna Hotel Semarang, Sabtu (28/4). Hadir sebagai pembicara yakni Dr dr HT Mirza Iskandar SpOG(K) Onk dan dr Dyah Prahesti dari Laboratorium Klinik Prodia, dengan moderator dr Meita Hendrianingtyas SpPK MSi Med.

Dalam kesempatan tersebut, dibahas seputar patofisiologi kanker serviks dan ovarium, faktor risiko, pencegahan dan diagnosis dan pengeIolaan termasuk nutrisi. Selain itu, juga ada testimoni Survivor Cancer dari Cancer Information and Support Center (CISC) Semarang.

“Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Meski bersifat mematikan, kanker serviks bisa dikendalikan dengan peluang keberhasilan yang cukup baik bila sudah dideteksi sejak awal. Tidak hanya itu, pola hidup sehat menjadi salah satu kunci, dalam pencegahan kanker serviks,” papar Dr Mirza Iskandar.

Dipaparkan, kesadaran kaum wanita dalam melakukan deteksi dini kanker servik, relatif masih rendah. Di Jateng, angkanya baru mencapai 11 persen. Lebih jauh, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr Kariadi Semarang ini menjelaskan, di Semarang ditemukan 300 sampai 400 kasus baru kanker serviks setiap bulannya.

Menurutnya deteksi dini kanker serviks sangat penting untuk tindakan preventif. Karena masih banyak perempuan yang mengabaikan. Jika dulu kanker serviks menyerang di usia 45 tahun keatas sekarang umur 35 tahun bisa terserang. ” Saat ini setiap satu jam, ada satu perempuan meninggal karena kanker serviks di Indonesia. Itu sebabnya, pencegahan dini sangat diperlukan sebab semakin awal mendeteksi kanker serviks, maka semakin besar peluang untuk sembuh,” ucapnya.

Selain deteksi dini dengan pemeriksaan media, lanjut Mirza, perempuan juga harus bisa mengantisipasi sendiri dengan menjaga organ reproduksi dan perilaku seksual serta pola hidup seimbang. “Kanker serviks tidak cukup hanya dengan diketahui penyebabnya dan risikonya. Tetapi harus dilawan. Bagaimana melawannya? Lakukan tindakan-tindakan preventif untuk mencegahnya,” tandas Dr Mirza.

Dr Dyah Prahesti, sebagai dokter dari Prodia, menambahkan selain melakukan pemeriksaan laboratorium dan vaksinasi, terdapat beberapa Iangkah pencegahan yang dapat dilakukan para wanita agar terhindar dari kanker serviks. Di antaranya pola hidup yang seimbang, menjaga pola makan seimbang, perbanyak sayur dan buah.

“Mulai kurangi makanan cepat saji. Lakukan vaksin human papillomavirus (HPV) sejak dini, khususnya bagi mereka yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Rutin melakukan pemeriksaan laboratorium, juga dapat menjadi alternatif agar terhindar dari kanker serviks,” tandasnya.

Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Reskia Dwi Lestari menyatakan tingginya angka penderita kanker serviks, menjadi pertimbangan Prodia, dalam mendukung para wanita untuk melakukan tindakan preventif pencegahan kanker serviks.

“Prodia merasa sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para wanita, agar muIai melakukan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kanker serviks. Tidak hanya itu, kita juga menghadirkan produk dan Iayanan khusus, seperti pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA, dalam mendeteksi dini penyakit tersebut,” paparnya.

Pihaknya berharap, kegiatan seminar nasional bersama Prodia dengan tema kanker serviks dapat menambah wawasan para wanita akan bahaya penyakit tersebut. Diharapkan dengan edukasi ini, para wanita dapat sejak dini melakukan tindakan preventif sehingga terhidar dari risiko yang Iebih buruk.

Hal senada juga ditambahkan Regional Head Prodia Jateng – DIY Endang Hariani. Diterangkan, seminar tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya kanker serviks. “Prodia ingin berperan serta, dalam melakukan edukasi pola hidup sehat terhadap organ reproduksi perempuan, sehingga bisa terbebas dari kanker serviks,” pungkasnya.R01