Polri – PTNU Jalin Kemitraan Menangkal Paham Radikal

30

SEMARANG-Dalam rangka program sinergi kemitraan antara aparat kepolisian (Polri) dalam menangkal paham radikalisme dan gerakan terorisme di Perguruan Tinggi (PT). Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bawah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-nusantara bekerjasama mengadakan kegiatan seminar nasional dengan tema “Meneguhkan Kembali Peran PTNU Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme” Sabtu (28/04), kemarin.

Kegiatan yang dihadiri 500 mahasiswa dari tujuh puluh lebih PTNU se-nusantara, kalangan civitas akademika, ulama, dan tokoh masyarakat ini diselenggarakan di halaman Kampus Kedokteran Unwahas. Seminar tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya kongres BEM PTNU se-nusantara ke-VI.

Rektor Unwahas Prof Mahmutarom HR mengatakan, seminar kontraradikalisme dan kontraterosime didasari adanya keprihatinan mahasiswa BEM PTNU atas situasi keamanan nasional. Mengingat paham radikal menyasar mahasiswa dan pelajar untuk menyebarkan idiologi mereka.

Senada diungkapkan Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Gatot Edy Pramono saat menjadi pembicara dalam seminar tersebut, radikalisme dan terorisme adalah tantangan bagi semuanya. Unwahas melakukan kegiatan ini sangat bagus karena peran mahasiswa, PT sangat penting. “Hasil penelitian Alex P Schmid dan Albert J Jongman yang menyatakan bahwa dari 109 definisi terorisme ditemukan 83,5  persen mengandung unsur kekerasan, 65 perse berisikan tujuan politik dan 51 perse untuk menimbulkan rasa takut dan teror,” papar Gatot di hadapan mahasiswa.

Kasubdit Bidang Komunikasi Intelkam, AKBP Suhaimin yang ikut hadir dalam seminar tersebut mengatakan, sebagai bentuk dukungan Polri dalam kegiatan seminar ini, juga menghadirkan salah satu mantan teroris yang pernah terlibat kegiatan pelatihan basis militer di Aceh tahun 2010 untuk bisa memberikan testimoni kepada mahasiswa secara langsung”.

Diakhir acara seluruh mahasiswa sepakat untuk merumuskan empat poin utama yng tertuang dalam Deklarasi Kongres BEM PTNU, menolak dengan tegas segala bentuk radikalisme dan paham-paham ekstrim lainnya, mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham dan gerakan Radikalisme, terorisme dani idiologi yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) Nusantara yang moderat, menghargai kemajemukan dan penerus budaya dan bangsa, menjadikan PTNU sebagai pusat kaderisasi paham kebangsaan. (04)