Masuki Skema Bayar Keempat dan Kelima, KSP Intindana Siap Kembalikan Dana Anggota Rp 598,7 Miliar

37
FOTO BERSAMA – Jajaran pengurus KSP Intidana berfoto bersama perwakilan Kemenkop dan UKM, disela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna Tutup Buku 2017 di Hotel semesta Semarang, Sabtu (5/5).

SEMARANG – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana terus berbenah, dan fokus dalam mengembalikan dana bagi 3.842 anggota, dengan nilai total Rp 598,7 miliar. Jumlah ini terbagi dalam  skema bayar keempat sebesar 52,743 Miliar dan kelima Rp 546,003 miliar. Pengembalian dana ini,ditargetkan akan rampung dalam lima tahun kedepan.

“Seusai keputusan homologasi, KSP Intidana berkewajiban mengembalikan dana dengan total Rp 650 miliar, kepada 24.851 Number Of Account (NOA). Proses penyelesaian dilakukan dalam lima tahap, hingga saat ini, tahapan pembayaran sudah sampai skema ketiga dengan jumlah dana yang dibayarkan mencapai Rp53,7 miliar kepada 21.099 NOA,” papar Ketua Umum KSP Intidana, Budiman Gandi disela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna Tutup Buku 2017 di Hotel semesta Semarang, Sabtu (5/5).

Diterangkan, saat ini KSP Intindana berupaya terus bangkit setelah sebelumnya sempat tersendat akibat masalah internal. Pembenahan dilakukan di berbagai lini, mulai dari kelembagaan, legalitas, dan bidang usaha atau keuangan.

“Berbagai upaya kita lakukan, mulai dari lending yang sudah berjalan, serta funding meskipun pergerakannya tidak terlalu gencar, karena mengutamakan prinsip kehati-hatian. Cara lainnya, untuk mengembalikan dana anggota adalah dengan penghematan, serta menjual aset KSP Intidana yang tidak diperlukan,” tambahnya.

Tercatat saat ini masih ada sejumlah aset koperasi, yang masih dikuasai pihak lain. Termasuk aset tiga kantor cabang di daerah Pati, Majapahit Semarang, dan Sidoarjo Jawa Timur. Jika pengambilan aset bisa diselesaikan, dari penjualan aset tersebut diperkirakan bisa mendapat dana segar diatas Rp100 miliar. “Selain itu, rekening KSP Intidana yang sebelumnya tertahan di Bank Mandiri Cabang Kawasan Industri Candi Semarang senilai Rp 27,350 miliar, juga sudah dibuka dan dicairkan, berdasarkan keputusan pengadilan,” terangnya lagi.

Pembenahan kelembagaan juga dilakukan seperti memperbaiki kompetensi, sertifikasi dari tingkat manager sampai pimpinan unit mingguan termasuk juru buku atau administrasi pembukuan. Bahkan pihaknya sudah membentuk satgas internal komite pengawasan kesehatan koperasi.

“Di 2018 ini, kita targetkan dari predikat dalam pengawasan, bisa berubah menjadi KSP yang berpredikat sehat. Kami juga akan bentuk tim remidial yang akan mengawal penjualan aset-aset yang saya bilang tadi. Sehingga itu bisa menjadikan dana segar untuk pengembalian dana dalam skema,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Drs Irianta Narun selaku Kepala Bidang Sosialisasi Kementerian Koperasi dan UKM RI. Ia membacakan sambutan dari Menteri Koperasi pada RAT untuk KSP Intidana. R01