Siswa SMK Mataram Semarang Magang Kerja di Jepang dan Taiwan

126
FOTO BERSAMA - Kepsek SMK Mataram Semarang Sri Sugianto SPd MSi MKom, bersama siswa dan perwakilan perusahaan Taiwan disela pelepasan magang kerja di sekolah tersebut

SEMARANG – Kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan berkompeten menjadi sebuah kebutuhan, agar mampu bersaing di kancah global. Tidak terkecuali bagi lulusan SMK. Hal ini yang mendorong, SMK Mataram Semarang untuk terus memperkuat kompetensi lulusan, sehingga diakui secara internasional.

Hal tersebut dibuktikan dengan kiprah siswa dan lulusan, yang diterima magang kerja di Taiwan dan Jepang. Bidang pekerjaannya meliputi tata boga, perhotelan dan infrastruktur. Tidak hanya mampu menjawab kebutuhan dunia industri, namun mereka juga menjadi duta bangsa dan almamater.

“SMK Mataram terus memperkuat kompetensi siswa, agar memiliki ketrampilan dan kemampuan yang dibutuhkan oleh industri. Tidak hanya di dalam negeri, namu juga luar negeri. Sejauh ini, kita sudah beberapa kali mengirimkan siswa kita untuk magang kerja di Jepang untuk bidang infrastruktur, serta ke Taiwan untuk bidang tata boga dan perhotelan,” papar Kepala Sekolah SMK Mataram Semarang Sri Sugianto SPd MSi MKom, saat ditemui disela pelepasan 198 lulusan SMK-SMA Mataram di Vina House Semarang, Sabtu (5/5).

Dirinya mencontohkan, bekerjasama dengan PT Titian Sakti Rizky, pada 2017 lalu, pihaknya mengirimkan dua siswa alumni jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) untuk kerja magang di Jepang. Selama tiga tahun, kedua alumni yakni Achmad Afif dan Pandriono, bekerja di perusahaan metal press, Yamamoto Ltd di Prefektur Saitama Jepang.

Hal senada juga di bidang tata boga dan perhotelan, tercatat ada tiga siswa mereka yang kini sedang mengikuti magang kerja di Taiwan yakni Jacqueline Patrix Aprillia, Meika Purnamaningsih dan Adel Corynnia Puspa.

“Sejauh ini, mereka yang magang kerja di luar negeri menyampaikan bahwa keilmuan yang kita berikan sesuai dengan kebutuhan kerja. Ini artinya, kompetensi yang diberikan selama menempuh pendidikan di SMK Mataram sudah pas. Dari segi penghasilan juga lumayan, untuk yang di Jepang, rata-rata per bulan mereka mendapatkan gaji Rp 25 juta,” tandasnya.

Untuk tahun ini, pihaknya bersama pihak ketiga, juga akan membantu pembiayaan awal bagi siswa yang ingin magang kerja di luar negeri. Selama ini, biaya tersebut dibutuhkan selama masa pembekalan, hingga pengurusan paspor serta visa. “Kita akan bekerjasama dengan perbankan, untuk membantu biaya pemberangkatan, biaya pembekalan hingga pengurusan administrasi seperti paspor dan visa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pada tahun ajaran 2018/2019 mendatang, SMK Mataram Semarang juga akan membuka kelas khusus,yakni kelas Hino dengan kompetensi teknisi khusus mesin Hino serta kelas Jepang, yang diperuntukan bagi siswa yang ingin magang kerja di Jepang. “Karena itu, nantinya pembelajaran juga akan disampaikan pada empat bahasa, yakni Indonesia dan Inggris untuk Teknik Kendaraan Ringan, bahasa Jepang untuk kelas Jepang, dan Mandarin untuk Boga dan Perhotelan,”tandasnya.

Sejauh ini ada empat jurusan yang ada di SMK Mataram yang terletak di Jalan MT Haryono No 403-405 Semarang, yakni TKR atau otomotif, Tata Boga, Tata Busana plus kecantikan serta Perhotelan. Rix