Faber-Castell Hadirkan Kampanye #Art4All, Seni Untuk Semua Usia

16

JAKARTA – Seniman dunia Pablo Picasso, pernah mengatakan bahwa ‘setiap anak adalah seorang seniman, masalahnya bagaimana tetap menjadi seniman begitu kita dewasa’. Disatu sisi, seiring dengan perkembangan jaman yang kian dinamis, mendorong sebuah fenomena baru, bahwa kesuksesaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh faktor akademis.

“Riset yang dilakukan oleh Partnership for 21st Century Learning dijelaskan bahwa perkembangan di abad 21, seseorang tidak hanya di tuntut memiliki kemampuan Learning & Thinking Skill, dan beberapa elemen lainnya, namun juga Life Skill, dimana kemampuan Life Skill ini dapat di tumbuhkan melalui meningkatkan kemampuan otak kanan kita,” papar Public Relations Manager  PT Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan, kemarin.

Riset yang dilakukan IBM1, juga menunjukan bahwa tantangan untuk menjadi sukses adalah memiliki kreativitas. Sementara dalam sebuah penelitian yang dilakukan The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD)2, dikemukakan bahwa siswa yang terlibat dalam pendidikan seni menunjukkan bahwa mereka belajar berkomunikasi secara efektif dan belajar menjadi seorang pendengar yang baik. Serta, secara tidak langsung siswa yang mengikuti pendidikan seni, juga lebih siap dalam menghadapi dunia kerja.

“Pertanyaannya, bagaimana memunculkan kreativitas dalam di diri kita? Apakah hal tersebut hanya bagi orang-orang tertentu saja, yang memang telah terlahir dengan bakat & memiliki kelebihan di kategori seni? Menjadi kreatif, tidak hanya berhubungan dengan salah satu unsur seni, dan umur. Jiwa kreatif dapat tumbuh di semua individu, tanpa melihat batasan,” lanjut Andri.

Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan bagi Faber-Castell untuk terus mendorong generasi kreatif di Indonesia. Sebagai produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia, perusahaan tersebut memiliki komitmen kuat dalam mendorong dunia pendidikan dan kreativitas di Indonesia.

Hal tersebut, di awali pada awal tahun 2000, atau sejak 17 tahun silam, Faber-Castell di Indonesia menghadirkan beragam kegiatan dan program yang terkait dengan seni dan kreativitas. Diantaranya melalui pelatihan yang dilaksanakan di tingkat sekolah, dari ujung timur Indonesia hingga tapal batas di Marauke, dimana ribuan bapak ibu pengajar tiap tahunnya ikut serta dalam beragam kegiatan berkonsep workshop guru.

“Salah satu bentuk kegiatan yang kami hadirkan dalam workshop guru dan kegiatan lainnya, adalah dengan bentuk kegiatan menggambar dan mewarnai. Di banyak penelitian, diketahui bahwa menggambar & mewarnai memilki banyak manfaat bagi jiwa & pikiran seseorang,” terangnya lagi. Sebagai alat bercerita, secara sadar atau tidak, gambar dapat menjadi medium termudah bagi seseorang memaparkan sebuah alur cerita,  dan terkadang sebuah objek  gambar juga sekaligus mengandung pesan emosianal dari pembuatnya.

Menggambar juga ternyata bisa menumbuhkan kebahagian, memperbaiki kualitas kehidupan dan mendorong kemampuan verbal dan ingatan, seperti yang di ungkap Beard (2001). Tidak kalah penting bahwa kegiatan menggambar juga merupakan cara untuk meningkatkan kreativitas, yang sangat dibutuhkan khususnya usia dini, dimana dalam usia dini, merupakan usia yang sangat tepat untuk menumbuhkan keativitas.

“Di usia dini, selain melakukan kegiatan edukasi, kami juga menghadirkan perlombaan melalui lomba gambar bertaraf nasional, dengan menghadirkan wisata edukasi dengan berkunjung keluar negeri. Faber-Castell juga berupaya secara berkelanjutan menghadirkan program dan kegiatan yang terkait dengan menggambar dan eksplorasi warna, tidak hanya untuk usia dini, namun juga untuk tingkatan dewasa dan keluarga,” tutur Andri.

Di tingkatan pelajar dan dewasa, kegiatan menggambar dengan tema-tema keseharian yang kini menjadi hal penting di generasi millineal, diangkat menjadi topik gambar. Harapannya,  tidak hanya agar gambar-gambar tersebut memiliki pesan moril yang mudah untuk dicerna, namun menjadi bukti bahwa generasi saat ini juga dapat membuktikan dirinya melalui kegiatan positif.

“Untuk tingkatan keluarga, kami menghadirkan kegiatan “FamilyArtCompetitions” yakni kegiatan dimana si kecil, dapat membuat craft bersama keluarga,  sebuah kegiatan  yang di tujukan untuk mendorong adanya time well spent yang mungkin mulai terabaikan, dengan tingginya aktivitas harian dan penggunaan gadget saat ini,” pungkasnya. R01.