UPGRIS Perkuat Kompetensi Guru Melalui PPG Dalam Jabatan

13
KERJASAMA – Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum saat menandatangani nota kesepahaman oleh rektor, wakil rektor dan koordinator PPG dari 38 Perguruan Tinggi Indonesia di Jakarta, belum lama ini. Foto dok

SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali dipercaya oleh pemerintah, melalui Kemenristekdikti sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan 2018.

“Capaian ini menjadi catatan prestasi tersendiri, mengingat kita menjadi satu-satunya LPTK swasta di Jateng, yang juga mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara tiga jenis PPG, yakni PPG Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), PPG Bersubsidi Pra Jabatan dan PPG Dalam Jabatan,” papar Rektor UPGRIS Dr Muhdi di kampus I Sidodadi Semarang, kemarin.

Secara nasional, PPG Dalam Jabatan 2018 akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 31 Mei 2018 sejumlah 6.775 guru, tahap kedua dimulai tanggal 2 Juli 2018 dengan sasaran 7.112 guru dan tahap ketiga akan dimulai pada tanggal 1 September 2018 khusus untuk guru dari daerah 3T dengan jumlah sasaran 7 ribu guru. Saat ini telah siap PPG dalam Jabatan tahap pertama, untuk 15 bidang studi yang akan dilaksanakan di 38 perguruan tinggi di Indonesia.

“Secara keseluruhan sebanyak 20.887 guru, akan mengikuti program PPG dalam Jabatan 2018 di tahap pertama, yang dibagi di 38 perguruan tinggi LPTK. Untuk UPGRIS, kita mendapat kuota sejumlah 241 orang. Angka ini akan terbagi untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bimbingan Konseling (BK), Matematika dan Bahasa Inggris,” terangnya.

Untuk pelaksanaan PPG, pemerintah pusat melalui Ditjen GTK Kemendikbud mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 7,5 juta. Sementara untuk biaya hidup ditanggung oleh masing-maisng peserta.

Sementara, untuk pola pembelajarannya, PPG dalam Jabatan 2018 mengembangkan sistem hybrid learning dengan standar Indonesia, yaitu melalui daring atau online selama tiga bulan, dilanjutkan dengan workshop tatap muka selama lima minggu, dan terakhir mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga minggu.

“Setelah itu dilakukan uji kompetensi guru (UKG), dengan nilai kelulusan minimal 76. Untuk itu, saya  berharap guru yang mengikuti PPG ini benar-benar menyiapkan diri, sebab jika tidak memenuhi nilai minimal kelulusan, maka tidak dapat sertifikasi guru,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang kewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan menyelenggarakan program PPG Dalam Jabatan 2018.

“Harapan kita, nantinya setelah mengikuti PPG dan dinyatakan lulus, guru akan semakin profesional. Cara mengajarnya sudah berubah, cara memberi evaluasi berubah, juga yang lebih penting anak-anak yang diajar pun semakin bersemangat,” pungkas Muhdi. R01