Mahasiswa UPGRIS Magang Internasional di Tiga Negara

20
FOTO BERSAMA - Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH Mhum bersama jajaran, berfoto bersama mahasiswa peserta disela pelepasan magang internasional di kampus I Sidodadi, kemarin.

SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional. Kali ini, sebanyak 34 perwakilan akan ditempatkan di empat kampus, yang tersebar di tiga negara. Masing-masing di Institut Pendidikan Guru Kampus Temenggong Ibrahim (IPGKTI) Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Burapha Thailand dan St Paul University Surigao Filipina.

“Kali ini pelaksanaan program magang internasional terasa lebih semarak, sebab jika 2017 lalu hanya dilangsungkan di dua negara. Kali ini ditambah ke Filipina. Nantinya ada 14 mahasiswa PGSD yang akan magang di IPGKTI, lalu 13 mahasiswa dari Bahasa Inggris, Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, dan PJKR yang magang di UTM,” papar Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, disela pelepasan mahasiswa magang internasional di kampus I Sidodadi, Jumat (6/7).

Sementara, sebanyak empat mahasiswa dari Pendidikan Biologi dan Bahasa Inggris akan melaksanakan magang di Universitas Burapha Thailand, serta tiga mahasiswa di St Paul University Surigao Filipina.

“Peserta magang di Malaysia akan mengajar di sekolah dasar dan sekolah menengah, sedangkan di Thailand dan Filipina akan mengajar di sekolah internasional. Setiap mahasiswa peserta ini, sebelumnya telah mengikuti program magang I dan II dengan mengajar di sekolah di dalam negeri, sehingga kesempatan mengikuti magang internasional diharapkan mampu menambah pengalaman mereka,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap para mahasiswa dapat menimba pengalaman. “Pasti ada perbedaan dalam cara mengajar di Indonesia, meski dasar ilmunya sama tapi secara karakter peserta didik hingga kebijakan pemerintah ada perbedaan, sehingga mahasiswa harus semakin kaya dalam pengalaman,” tambah Muhdi.

Terkait pengalaman yang diperoleh selama magang internasional, juga akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa calon guru, saat nanti terjun di dunia kerja. Terlebih proses tersebut tidak hanya mengasah dan mengukur pembelajaran yang diterima, namun juga menjadi bagian dari proses membentuk karakter calon guru profesional.

Lebih jauh dijelaskan, kedepan, seorang guru dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, dengan adanya program magang tersebut, diharapkan kompetensi para mahasiswa sebagai calon pendidik juga semakin terasah dan meningkat. “Menjadi seorang guru, tidak hanya dituntut dari segi kompetensi akademik saja, namun berbagai aspek lain yang menunjang. Seperti cara berkomunikasi yang baik, hingga wawasan umum dan pengetahuan, sehingga mereka benar-benar siap,” tandasnya.

Pihaknya berharap kedepan, kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri tersebut dapat terus dikembangkan. Termasuk kemungkinan adanya dual degree, atau pengakuan dari dua perguruan tinggi sehingga semakin menambah kompetensi lulusan. “Mereka juga menjadi duta Indonesia di negara tujuan, mudah mudahan mereka mampu membawa nama baik dan menarik minat untuk berkunjung ke Indonesia atau ke kota Semarang,” pungkas Muhdi. R01