Kembangkan Potensi Guru Melalui Gerakan Menulis

67
MEMAPARKAN - Ketua PGRI Jateng Widadi, saat memaparkan materi dalam Training of Trainers (ToT) Guru Menulis, yang digelar APKS PGRI Jateng di kampus II PGRI Jl Sriwijaya, Sabtu (7/7)

SEMARANG – Seorang guru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik dalam proses belajar mengajar, namun juga berwawasan luas. Untuk itu, kemampuan ini harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menulis artikel atau buku.

“Untuk bisa menulis satu artikel apalagi buku, seseorang harus memiliki banyak referensi dan pengetahuan. Bagaimana cara mendapatkannya? Yakni dengan membaca banyak buku, literature dan sumber lain. Artinya dengan menulis, guru juga akan banyak belajar. Jadi sudah seharusnya seorang guru harus terus menambah keilmuannya,” terang Ketua PGRI Jateng Widadi, dalam Training of Trainers (ToT) Guru Menulis, yang digelar Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Jateng di kampus II PGRI Jl Sriwijaya, Sabtu (7/7).

Lebih lanjut dijelaskan, dengan rutin menulis buku, menurutnya ilmu yang dimiliki oleh seorang guru akan selalu diperbarui. “Target utama kegiatan ini pada dasarnya adalah untuk meningkatkan keprofesionalitasan guru. Dengan menulis, seorang pengajar akan selalu mengembangkan ilmunya. Ini penting sebab, kalau guru ilmunya ketinggalan maka dalam mendidik juga tidak berkualitas,” beber Widadi.

Disatu sisi, untuk mendorong agar para guru ini meningkatkan kemampuannya dalam menulis. Pihaknya menargetkan 1.000 buku karya guru PGRI di Jateng, sudah terwujud dalam peringatan  Hari Guru sekaligus HUT PGRI 2018 yang akan digelar pada November mendatang.

Ketua APKS PGRI Jateng Drs Agung MPd mengakui saat ini pihaknya sedang menjalankan program terpadu, untuk penguatan profesi guru.”Mereka ini yang ikut pelatihan ini merupakan para guru anggota PGRI se-Jateng, yang menjadi perwakilan dari 35 kab/kota. Selama dua hari, Sabtu-Minggu (7-8/7), sebanyak 105 guru ini kita gembleng dengan beragam materi tentang penulisan buku,”ungkapnya.

Nantinya, sekembalinya di masing-masing kabupaten/kota, mereka diharapkan menjadi penggerak bagi guru yang lain. “Ada tiga perwakilan dari tiap kabupaten dan kota. Mereka ini sudah pernah menulis buku dan akan menjadi trainer di kabupaten atau kotanya masing-masing. Buku-buku yang diterbitkan nanti akan ber-ISBN ((International Standard Book Number) Indonesia. Ini juga menjadi media publikasi ilmiah dan karya inovatif yang sangat bermanfaat bagi guru,”pungkasnya. R01