Boneka Proling, Manfaatkan Limbah Plastik dan Kaos Kaki Bekas

72
UNIK – Beragam jenis boneka pro lingkungan karya tim mahasiswa Unimus, saat dipamerkan dalam kegiatan yang digelar di kampus tersebut, Sabtu (14/7).

SEMARANG – Siapa sangka kaus kaki bekas dan limbah plastik yang selama ini dibuang begitu saja, dapat dimanfaatkan menjadi boneka lucu nan unik. Hal tersebut ditunjukkan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Kemenristekdikti 2018.

“Selama ini limbah kaus kaki dan plastik belum banyak yang memanfaatkannya, melalui program PKM-K kita ubah menjadi boneka pro lingkungan (Proling) atau ramah lingkungan. Ini karena pembuatan boneka ini memanfaatkan barang-barang bekas, yang selama ini menjadi limbah lingkungan. Harapannya, dengan produksi ini, kita juga bisa ikut andil dalam mengurangsi limbah. Khususnya sampah plastik dan kaus kaki bekas,” terang ketua tim Proling Mahbub Ali di kampus Unimus, Kedungmundu, Semarang, Sabtu (14/7).

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FMIPA Unimus ini menuturkan ada tiga keunggulan dari boneka proling tersebut. Pertama ramah lingkungan, karena memanfaatkan limbah. Meski demikian dirinya memastikan, bahwa produk tersebut aman dan higienis. “Sampah plastik dan kaus kaki yang kita gunakan sudah dipastikan bersih dari kotoran lainnya, sehingga aman digunakan,” terangnya.

Keunggulan kedua, bentuk atau model boneka yang kekinian. Pihaknya juga menyesuaikan dengan trend yang saat ini berkembang, misalnya boneka wisuda, boneka salju, boneka jari, burung hantu hingga by request. “Selain itu juga ada boneka untuk gantungan kunci. Jadi jenis produknya cukup lengkap,” tandasnya.

Sementara keunggulan ketiga dari segi harga. Berbeda dengan produk serupa yang ada dipasaran, harga yang ditawarkan bisa separuhnya. “Harga yang kita tawarkan sangat terjangkau dibawah Rp 50 ribu, jadi saya rasa relatif terjangkau. Boneka ini bisa untuk souvenir, seserahan pengantin hingga pajangan atau hiasan,” terang mahasiswa semester VI tersebut.

Untuk memperluas jaringan pemasaran, pihaknya melalukan penjualan secara offline dan online. Untuk online bisa diakses melalui akun instagram @boneka_proling , hingga toko online shopee indonesia di laman shopee.co.id/setyani14. “Masyarakat yang tertarik juga bisa melalukan pembelian dengan cara COD disekitaran kampus Unimus, melalui WhatsApp di 089627378614 atau 089636844293,” ungkap Mahbub lebih lanjut.

Terkait proses pembuatan, seluruh boneka tersebut dikerjakan sendiri bersama tim. “Pertama kita mengepul atau mengumpulkan plastik bekas, kita pilih yang sesuai kebutuhan. Hal yang sama untuk kaos kaki. Kemudian kita cuci bersih dan dikeringkan. Selanjutnya, kita buat pola yang sesuai dan dijahit, kemudian plastik bekas dan guntingan kaos kaki sisa pola ini kita masukkan kedalam kaos kaki. Di tahap finishing, kita tambahkan pelengkap dan hiasan. Seperti mata, toga, yang juga menggunakan kain perca. Baru kemudian kita kemas dan siap dipasarkan,” tambahnya.

Kedepan pihaknya berharap dapat lebih berkreasi lagi dalam menciptakan boneka yang lucu dan kekinian. Termasuk menggandeng sejumlah toko boneka, yang ada di Semarang, untuk ikut memasarkan produk mereka. R01