Kelezatan Cita Rasa Es Krim Carica Jahe Karya Mahasiswa Unimus

82
MENUNJUKKAN – Tim Eskaje Unimus menunjukkan produk es krim carica jahe, hasil karya mereka dalam pameran yang digelar di kampus tersebut, kemarin.

SEMARANG – Siapa yang tidak kenal buah carica atau pepaya dieng? Tanaman yang tumbuh subur di kawasan Dieng Wonosobo ini merupakan sumber kalsium, gula, vitamin A dan C. Tidak mengherankan kalau buah ini banyak diolah menjadi sirup, jus, manisan, dan selai. Buah ini juga cocok dikonsumsi oleh orang yang memiliki perut lemah terhadap buah-buahan, karena mempunyai sifat memperbaiki pencernaan.

Beragam manfaat dari buah carica ini, mendorong tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Kemenristekdikti, untuk mengolahnya menjadi es krim carica jahe (Eskaje).

“Carica ini sudah dikenal sebagai salah satu produk khas dari daerah Dieng Wonosobo, namun selama ini pengolahannya masih terbatas sirup, manisan atau jelai. Disatu sisi, masih belum banyak juga masyarakat khususnya anak muda, yang tahu mengenai buah ini. Hal ini yang mendorong kita menciptakan Eskaje, es krim carica jahe,” papar ketua tim PKM-K Esejake Fina Astika saat ditemui di kampus Terpadu Unimus, Kedungmundu, Semarang, Sabtu (14/7).

Tidak hanya itu, pemilihan produk es krim juga menjadi pertimbangan dalam pengeolahan , karena memiliki banyak penggemar. “Masyarakat yang gemar makan es krim ini sangat banyak dan berbagai usia. Itu sebabnya kita memilih produk es krim sebagai pengembangan olahan dari carica,” lanjut mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan Fikkes Unimus tersebut.

Dalam proses pembuatanya cukup sederhana. Setelah dibersihkan, selain daging buah, biji carica juga ikut diambil sari pati-nya untuk mencapatkan aroma khas. “Setelah itu dicampur dengan sari jahe dan adonan es krim yang sudah jadi. Tidak lupa diberi potongan manisan buah carica sebagai toping. Produk Eskaje pun sudah siap dikonsumsi,” terangnya.

Sejauh ini respon dari masyarakat cukup bagus. Dipaparkan, sebagai gambaran dari 100 cup eskaje yang dibanderol Rp 5 ribu per cup ini, dalam hitungan tiga hari sudah habis diborong. “Omzetnya lumayan. Kadang sehari bisa 30 cup. Selain itu, kita juga melayani permintaan konsumen atau order by request, jadi cukup banyak yang memesan,” lanjutnya.

Untuk bisa menikmati Eskaje tersebut, masyarakat bisa memesan secara online melalui akun instagram @eskaje_2018 atau whatsapp @083840055081. “Kedepan kita akan terus berinovasi dan berkreasi, dalam mengembangkan eskaje ini. Termasuk menambah pilihan rasa, hingga memperluas jangkauan dengan menggandeng sejumlah toko minimarket yang ada. Utamanya di sekitar kampus terlebih dahulu,” pungkas Fina. R01