Dorong Inovasi Pangan, FT Unwahas Gelar SNST 2018

65
FOTO BERSAMA - Dekan FT Unwahas Dr Helmy Purwanto ST MT dan jajaran, berfoto bersama para pembicara, dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) ke-9 di Gedung B3 01-B3 06, Kampus 1 Jl Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang, Rabu (18/7).

SEMARANG – Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, menggelar Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) ke-9. Bertempat di Gedung B3 01-B3 06, Kampus 1 Jl Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang, Rabu (18/7).

Hadir sebagai keynote speaker CEO PT Marifood Harjanto Kusuma Halim MSc dan invited speaker yaitu guru besar (gubes) bidang teknik kimia Jurusan Teknik Kimia Undip Prof Dr M Djaeni ST MEng.

“Saya sangat mengapresiasi positif, kegiatan seminar call for paper yang ke-9 ini. Seiring dengan ini, kita juga berharap kedepan, kerjasama kelembagaan antara Unwahas dengan dunia industri akan terus terjalin dan berkembang,” papar Rektor Unwahas Prof Dr Mahmutarom SH MH, dalam sambutan pembukaan.

Sementara, dalam plenary session kedua pembicara tampil membahas tentang  Peluang dan Tantangan Inovasi Produk Pangan di Era Globalisasi. Dalam paparannya Harjanto Halim menyampaikan bahwa, inovasi sangat diperlukan khususnya di bidang pangan, apalagi konsumen saat ini sangat pemilih terhadap produk-produk pangan.

“Kesadaran manusia terhadap kesehatan dan gizi juga semakin tinggi, namun disisi lain aspek rasa juga tetap menjadi salah satu pertimbangan utama. Di lain pihak, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, menjadikan beragam produk semakin mudah untuk diperoleh, sehingga persaingan antar industri menjadi semakin ketat,”papar Harjanto Halim.

Disatu sisi, dirinya juga mendorong agar ada pengembangan produk-produk pangan lokal yang selama ini sudah dikenal, atau menciptakan produk baru namun tetap dengan memanfaatkan kearifan lokal.

“Keilmuan dan pengetahuan boleh saja belajar dari luar negri, akan tetapi ilmu itu harus diterapkan dalam pengembangan bahan baku yang berasal dari kekayaan alam Indonesia. Ada berbagai produk pangan tradisonal yang telah lama kita dikenal. Ini dapat kita produksi ulang, dengan menerapkan inovasi-inovasi baru seperti mempertimbangkan kepraktisan, kemudahan transportasi, maupun upaya-upaya untuk memperbaiki nilai gizinya,” tandasnya.

CINDERAMATA – Dekan FT Unwahas Dr Helmy Purwanto ST MT menyerahkan cinderamata kepada para pembicara, dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) ke-9 di Gedung B3 01-B3 06, Kampus 1 Jl Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang, Rabu (18/7).

Sedangkan, Prof Djaeni dalam kesempatan itu menyampaikan hasil risetnya berupa inovasi proses pengeringan. Dijelaskan, melalui alat pengering yang dikembangkannya dengan memanfaatkan proses adsorpsi, dapat menurunkan kadar air udara pengering. “Apabila kadar air di udara pengering rendah, maka kemampuan udara pengering untuk mengambil air dari bahan menjadi semakin besar,” terangnya.

Lebih lanjut, setelah sesi presentasi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang cukup menarik. Tercatat dalam sesi pararel SNST ke-9 ini, ada sebanyak 174 artikel yang lolos seleksi dan dipresentasikan oleh masing-masing pemakalah.

Artikel tersebut terbagi dalam 8 bidang, yaitu kimia dan pangan (24), energi (4), farmasi dan kesehatan (9), material dan perancangan (7), manufaktur dan teknik industri (39), teknik informatika (59), elektronika (20), serta teknik sipil dan arsitektur (12). Nantinya, artikel yang telah dipresentasikan akan diterbitkan dalam buku Prosiding ber-ISBN,  yang terindeks di Scholar Google dan Portal Garuda Dikti yang diunggah di laman publikasiilmiah.unwahas.ac.id. R01