Jaga Ekosistem dan Keberagaman Hayati Gunung Ungaran

43
FOTO BERSAMA – Para pembicara dan panitia kegiatan, berfoto bersama disela FGD penelitian ‘Kajian Etnobiologi dalam Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Gunung Ungaran Jawa Tengah’ di Noorman Hotel Semarang, Jumat-Sabtu (20-21/7).

SEMARANG – Gunung Ungaran memiliki keanekaragaman hayati yang cukup banyak. Dari hasil penelian dosen Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)Unnes, terdapat sedikitnya 250 jenis flora, 57 jenis herpetofauna, 45 jenis odonata, 118 jenis anggrek, 117 jenis burung, 18 jenis mamalia dan 62 jenis kupu-kupu .

Disatu sisi, kesadaran dalam pelestarian keanekaragaman hayati, masih menjadi tantangan bagi masyarakat dan pemerintah. Untuk itu diperlukan komitmen dan dukungan dari stakeholder terkait termasuk dari dunia usaha dan perguruan tinggi.

“Untuk menjembatani komunikasi antar stakeholder tersebut, Jurusan Biologi FMIPA dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes, menginisiasi Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penelitian ‘Kajian Etnobiologi dalam Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Gunung Ungaran Jawa Tengah,” papar dosen FMIPA Unnes sekaligus Ketua Tim Penelitian Dr Margareta Rahayuningsih MSi, disela kegiatan di Noorman Hotel Semarang, Jumat-Sabtu (20-21/7).

Sementara,dalam kegiatan FGD tersebut turut hadir sejumlah pembicara diantaranya Ir Raharjo (Dinas LHK Jateng), Anna Wahyu Yuliastuti SP (Perhutani KPH Kedu Utara), Shokhib Abdillah, A.Md (Koordinator KKH), BKSDA Jateng, Prof Dr Ani Mardiastuti MSi

Lebih jauh dipaparkan, sebagai universitas berwawasan konservasi, Unnes turut andil dalam upaya pelestarian sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Salah satunya melalui pelestarian keanekaragaman hayati di Gunung Ungaran. Namun dalam implementasinya, masih ada berbagai permasalahan yang belum mampu teratasi, sehingga diperlukan adanya komitmen dan dukungan dari stakeholder terkait yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan perguruan tinggi.

“Ini juga menjadi  bagian dari penelitian hibah Kemenristekdikti yang kita lakukan, bersama anggota yang yakni Ir Nur Rahayu Utami MSi, Dr Andreas BP dan Muhammad Abdullah MSc. Dari ratusan flora fauna yang berhasil kita petakan, sebagian besar ada yang sudah termasuk kategori dilindungi. Termasuk diantaranya burung Elang Jawa, Rangkong. Untuk itu, kita dorong sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, pemerintah termasuk para pemangku kepentingan disana untuk bisa bersama-sama menjaga kelestarian keanekaragaman hayati ini,” terangnya.

Pihaknya juga mendorong agar ada pelindungan hukum terhadap berbagai flora dan fauna yang ada, khususnya di wilayah Gunung Ungaran. “Hasil penelitian kita ternyata, ada cukup banyak keanekaragaman hayati yang ada. Ini artinya habitat atau ekosistem yang ada masih relatif terjaga. Untuk itu, kita harapkan  bisa terus lestari,” terangnya.

Salah satu caranya dengan memberikan pendidikan lingkungan hidup (PLH), untuk mengenalkan potensi keanekaragaman hayati Gunung Ungaran. Termasuk menyadarkan dan membentuk kader konservasi peduli lingkungan, yang diselenggarakan di sekolah-sekolah tingkat dasar di kawasan gunung tersebut.R01