SEMARANG-Menjelang akhir tahun, permintaan masyarakat untuk melakukan ibadah umroh bakal meningkat. Apalagi masyarakat Indonesia sangat antusias dengan yang namanya ibadah umroh.

Ketua Persaudaraan Travel Umroh dan Haji Jateng, Bayu J Prayogo mengatakan, musim umroh biasanya dimulai Oktober hingga Desember kemudian menurun di awal tahun hingga Maret dan kembali naik saat Ramadhan. Tingginya animo masyarakat untuk umroh juga dipengaruhi oleh antrean ibadah haji yang terlalu lama, yakni mulai tujuh tahun hingga 23 tahun. “Oleh karena itu pihaknya bersama 10 travel agent lainnya menggelar Java Islamic & Travel Fair 2018 yang diselenggarakan di Java Supermall Semarang mulai 25 September hingga 1 Oktober 2018 untuk mengakomodir permintaan masyarakat tersebut. Berbagai promo menarik disiapkan bagi yang melakukan transaksi, termasuk grand prize umroh,” urainya.

Bayu mengimbau, agar masyarakat jeli melihat travel agent yang dipilih untuk menemani melaksanakan ibadah umroh. Masyarakat diminta untuk tidak tergiur dengan tawaran tarif murah. “Kami sarankan jangan memilih travel agent yang menawarkan harga di bawah Rp 20 juta. Itu tarif yang tidak rasional. Dari pemerintah sudah menyarankan bahwa tarif terendah untuk Umroh adalah Rp 20 juta,” katanya, Selasa (25/9).

Dia menyebutkan, tarif yang mendekati Rp 20 juta sudah terbilang terbatas untuk operasional dengan jarak hotel yang cukup jauh. Tarif wajar yang disarankan adalah sekitar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Setiap tahunnya ada ratusan bahkan ribuan calon jamaah umroh yang tertipu dengan tarif travel agent nakal. “Kami berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan selama pameran bisa mengedukasi masyarakat tentang perjalanan umroh dan haji, terutama memilih Travel Agent,”pungkasnya. (pr)

FOTO: IST/JNN

LAYANI PELANGGAN: Suasana Java Islamic & Travel Fair 2018 di Java Supermall Semarang kemarin.