Unpand Ajak Karyawan Belajar Pajak

16

SEMARANG-Penerimaan negara berupa pajak perlu ditingkatkan guna mendukung pembangunan nasional. Hal ini tentu juga perlu peran serta dukungan masyarakat demi pembiayaan pembangunan khususnya kepatuhan terjadap bayar pajak.  Memprihatinkan, kurangnya pengetahuan tentang perpajakan terkadang menimbulkan problem tersendiri bagi wajib pajak. “Apalagi saat menghitung pajak yang harus dibayarkan. Hal ini sering menimbulkan kekeliruan saat bayar dan akan berakibat kurang optimalnya penerimaan pajak baginegara,” tegas Rektor Universitas Pandanaran (Unpand) Ir Djoko Saryono MSc saat membuka “Pelatihan Brevet Pajak A dan B Session 3” dengan tujuan membantu masyarakat dalam pengetahuan perpajakan di Kampus Unpand, kemarin.

Djoko mengatakan, sebenarnya masyarakat butuh informasi dan belajar cara penggunaan menyelesaikan laporan pajak. Padahal ini bisa dipelajari dan dilakukan apabila masyarakat bisa fokus mempelajarinya. “Data dari BKP Nasional tahun 2017 menunjukkan masih banyak organisasi perusahaan yang membutuhkan orang – orang yang memiliki kompetensi akuntansi, khususnya perpajakan di Indonesia, mengingat jumlah konsultan pajak di Indonesia masih sedikit,” terangnya.

Pembina Eksternal BKP Kota Semarang yang diwakilkan Pengawas Dwi Ardi Wicaksana mengatakan, hingga kini masih terbuka luas kesempatan bagi orang yang ingin berkarir di bidang perpajakan ini. “Cobalah untuk belajar ikuti jejak kami,” jelasnya saat memberikan pengarahan di hadapan 50 peserta di lingkungan Unpand.

Ketua Penyelenggara, Patricia Dhiana Paramith dengan didampingi sekretaris Marsiska Ariesta MKom menambahkan. bagi pegawai yang mengikuti brevet pajak pada umumnya di latar belakangi oleh motivasi untuk melengkapi profesi atau dukungan dari perusahaan tempat dia bekerja. Selain itu untuk menunjang ilmu dalam profesinya. (04)

FOTO: IST/JNN

PENGARAHAN: Rektor Unpand Ir Djoko Saryono MSc saat membuka pelatihan brevet pajak A dan B di Kampus Tembalang, kemarin.