Menegangkan, Penanganan “Teroris” di Bandara A Yani

11

SEMARANG-Dimulai dengan aksi penyanderaan oleh sejumlah teroris di lantai tiga dan dua dimana menjadi ruang tunggu penumpang. Para teroris menembakkan senjata api untuk menakuti para sandera. Mereka meminta sejumlah uang hingga minta disiapkan helikopter untuk kabur. Aksi tersebut sudah diketahui pihak TNI dan Polri kemudian dilakukan negosiasi lewat sambungan handytalky.

Selama proses negosiasi, tim tindak dari TNI dan Polri bersiap melakukan penyergapan. Dimulai dari melumpuhkan teroris di atap oleh sniper, kemudian penyergapan dilakukan oleh unit perlawanan teror Polri, unit Brigif Raider, dan unit satuan Bravo 90 Paskhas TNI AU yang masuk dari atas gedung dengan rapling dari helikopter.

Aksi tembak-tembakan terjadi dan satu teroris di lantai tiga tewas dan sisanya diamankan. Pelaku yang tersisa dan para sandera kemudian diamankan. Di waktu yang bersamaan di lantai dua tim juga melumpuhkan teroris yang menyandera para penumpang. Kejadian ini berawal dari informasi intelijen yang menyatakan sekelompok teroris yang memiliki rencana menyerang bandara internasional Ahmad Yani.

Pelaku teror menuju ruang keberangkatan lnternasional yang terletak di lantai tiga, dengan membawa 1 orang sandera petugas avsec serta menyandera 35 calon penumpang pesawat. Selanjutnya Manager memerintahkan petugas yang ada di bandara untuk menutup bandara dan memberlakukan kondisi siaga satu dan teroris berhasil dilumpuhkan oleh tim dari TNI AU dan Kepolisian dibantu BNPT.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan latihan pengamanan penanggulangan teroris di bandara sangat perlu dilakukan, karena kawasan bandara memungkinkan menjadi target dari ancaman teroris. “Latihan nitigasi terintegrasi TNI Polri dan seluruh dinas terkait merupakan gelar yang sudah beberapa kali dilakukan, sebelumnya digelar di Palembang menjelang Asean Games lalu dan sekarang di Semarang. Tidak hanya bandara, tetapi sejumlah sarana umum seperti terminal, station dan pelabuhan wajib dilakukan pengamanan, sehingga ancaman dapat diminimalisir,” tambahnya. (pr)

FOTO: IST/JNN

Suasana saat simulasi penanganan teroris di Bandara Ahmad Yani Semarang.