Penuhi Buyer LN, Perusahaan Harus Lolos Sertifikasi

27
SEMINAR: Regional Manager ALGI, Gusnadi Fitrianto, saat menjadi pembicara seminar di Hotel Pesona Semarang. Foto: R01

SEMARANG- Era perdagangan bebas kegiatan ekspor dan impor antar negara terbuka luas. Namun, untuk memenuhi pangsa pasar global yang kompetitif, ada sejumlah persyaratan bagi industri agar bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor.

“Ada persyaratan dari buyer-buyer (pembeli) luar negeri (LN). Salah satunya perusahaan harus lolos sertifikasi WRAP (Worldwide Resposible Accredited Production),” kata Regional Manager ALGI, Gusnadi Fitrianto, Selasa (13/11).

ALGI sendiri adalah salah satu perusahaan yang memiliki akreditasi untuk melakukan sertifikasi yang telah berkolaborasi dengan WRAP bagi perusahaan-perusahaan pelaku ekspor dan impor. WRAP, menurut Indonesia representatif WRAP, Taufan Andi Wijaya, merupakan tim nirlaba global berbasis di Florida (berdiri 24 tahun lalu) – yang sangat ahli di bidang kepatuhan sosial untuk mempromosikan pabrik.

Dari proses produksi yang aman, taat hukum, beretika dan lainnya, melalui program sertifikasi dan pendidikan. Tujuannya agar perusahaan dapat meraih pangsa pasar global yang lebih luas dengan lebih kompetitif.”Tentunya juga harus diikuti dengan penerapan yang efektif di perusahaan. Sehingga berdampak peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Gusnadi menambahkan, untuk itu, pihaknya juga menggelar acara seminar yang bertujuan memberikan edukasi dan memperkenalkan ke pelaku industri dan pabrik. Yakni tentang pentingnya mengikuti tren persyaratan dari buyer atau pembeli pasar global mengenai kepatuhan sosial.

“Kegiatan perdagangan global harus memperhatikan keinginan buyer luar negeri. Ini penting agar pabrik dan industri bisa bersaing dan diterima mereka. Kepatuhan sosial dan aturannya harus dipenuhi. Itu jika ingin diterima di pangsa global,” katanya. Meski baru setahun berdiri, ALGI kini telah membuka kantor untuk wilayah Jateng di Ruko Pandean Lamper, Semarang.R01