Peluang Kerja di Perhotelan Menjanjikan

76

SEMARANG-Peluang kerja di bidang perhotelan saat ini sangat terbuka lebar, namun peluang tersebut kurang diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan perhotelan di Jawa Tengah. Hal ini merupakan dampak dari masih tertinggalnya kurikulum pendidikan yang digunakan yang jauh dari kebutuhan industri.

Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Hari Wulyanto mengatakan, jika perlu adanya revitalisasi SMK di Jateng dan dilakukan penyelarasan kurikulum SMK khususnya dibidang industri. “Selama ini memang belum optimal, perlu diselaraskan termasuk kompetensi kelembagaan dari guru, siswa dari sisi keahliannya,” katanya disela acara Sosialisasi Program “One GM Hotel for One SMK” dan Pengukuhan Pengurus Asosiasi SMK Pariwisata Jawa Tengah di Hotel Faustine, Selasa (13/11).

Menurutnya, di Jateng sedikitnya ada 68 SMK yang memiliki jurusan pariwisata, sehingga dengan adanya MoU one General Manager, one shcool yang digagas IHGM bisa menjawab tantangan global dan mengajar ketertinggalan kurikulum pengajaran. “Pemanfaatan IT misalnya, belum diajarkan di SMK dari online travel agent, konektivitas atau akses dan lainnya. Kita akui masih digunakan kurikulum lama, sehingga perlu disingkronkan antara kurikulum dan kebutuhan industri. Salah satunya dengan general manager atau (GM) mengajar disekolah,” tuturnya.

Sekjen IHGM Pusat, Benny Harlan, menambahkan jika one General Manager, one school ini istilahnya adalah praktisi yang masuk ke sekolah, sehingga bisa memberikan contoh atau aplikasi ilmu yang saat ini digunakan oleh industri pariwisata dan perhotelan. “Kompetensi yang akan diajarkan adalah FnB, house keeping, front office dan produk, selain GM juga mungkin chef kami akan ke sekolah untuk memberikan contoh secara langsung,” jelasnya.

Khusus wilayah Jawa Tengah, lanjut Benny , ada sekitar 40 General Manager dari hotel ternama yang akan berpartisipasi dan terlibat langsung sesuai dengan kemampuan dan skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Apalagi lulusan SMK, menjadi penyumbang terbesar sumber daya manusia untuk industri hotel dengan presentase sekitar 70 persen. “Harapannya lulusan SMK dengan kebutuhan industri hotel dan pariwisata tidak jomplang lagi,” tegasnya.

Sementara itu ketua pengurus asosiasi SMK pariwisata jateng sekaligus Kepala SMK Negeri 6 Semarang Dra Ummi Rosydiana optimis program One GM Hotel for One SMK antara Asosiasi SMK Pariwisata Indonesia (ASPI) dan Indonesia Hotel General Manager (IHGM) bikin lulusan makin siap diserap sebagai tenaga kerja.

Menurut Ummi sejauh ini peserta didik sebagai calon lulusan belum sepenuhnya siap bekerja. Hal itu dikarenakan kompetensi mereka belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia industri. (Pr).

FOTO: IST/JNN

KERJA MENJANJIKAN: Pengukuhan pengurus asosiasi SMK pariwisata Jawa Tengah di Hotel Faustine, Selasa (13/11).