PGRI Jateng Dorong Pengesahan RPP Perlindungan Guru dan Dosen

9
MEMBUKA - Ketua PGRI Jateng Widadi SH, didampingi jajaran dan panitia saat membuka kegiatan Porseni PGRI Jateng 2018, yang digelar di Balairung Kampus I UPGRIS Semarang, Sabtu (17/11).

SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Guru pada 25 November mendatang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng siap meluncurkan kebijakan yang akan berpengaruh secara nasional. Bekerjasama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Undip, pihaknya akan mengusulkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Perlindungan Guru dan Dosen.

“RPP Perlindungan Guru dan Dosen ini penting untuk melindungi atau mengadvokasi guru dan dosen, sehingga mereka bisa bekerja secara profesional. Perlindungan guru dan dosen, sebenarnya sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya pasal 39. Disebutkan, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, serta satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja,” papar Ketua PGRI Jateng Widadi SH, disela kegiatan Porseni PGRI Jateng 2018, yang digelar di Balairung Kampus I UPGRIS Semarang, Sabtu (17/11).

Namun selama ini, perlindungan terhadap guru dan dosen dinilai masih minim, menyusul bermunculannya kasus kekerasan khususnya guru di Indonesia, terkait profesi sebagai tenaga pendidik. “UU tersebut menyebutkan bahwa perlindungan hukum mencakup dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi atau pihak lain. Namun sejauh ini, jika terjadi kasus yang melibatkan guru, selalu berujung pada laporan kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Dipaparkan sejauh ini, sudah ada langkah-langkah yang sudah dilakukan, mulai dari penelitian, fokus grup diskusi (FGD), hingga penyusunan draft yang direncanakan akan digelar pada 26 November mendatang. Setelah itu, hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah. “Harapannya, pada peringatan Hari Guru Nasional yang direncanakan akan digelar pada 1 Desember mendatang, sudah ada hasil yang akan disampaikan pemerintah tentang hal tersebut,” tandasnya, didampingi Sekretaris Umum PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum.

Widadi menjelaskan, sejauh ini Rektor Undip Prof Yos Johan Utama sudah menjalin komunikasi dengan Presiden Joko Widodo, perihal RPP Perlindungan Guru dan Dosen tersebut. Ia berharap tahun depan, rancangan itu bisa disahkan menjadi peraturan pemerintah tentang Perlindungan Guru dan Dosen. “Disatu sisi, kita juga mendorong dan mewajibkan guru, untuk memiliki kemampuan kontrol diri. RPP ini nantinya bisa memandu. Jadi guru menyayangi siswa, siswa menghormati guru. Sehingga proses pendewasaan pembelajaran menjadi nyaman dan efektif,” tandasnya.

Sementara,dalam pelaksanaan Porseni tersebut, mempertandingkan dua mata lomba yakni tenis meja dan solo vokal yang diikuti enam Korwil PGRI, yakni eks Karasidenan Semarang, Pati, Banyumas, Surakarta, Pekalongan, dan Kedu. “Porseni untuk menumbuhkan prestasi olahraga dan seni. Tenis meja melibatkan wasit profesional, pemenangnya mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan. Sebelumnya sudah digelar di tingkat wilayah. Sedangkan, rangkaian Hari Guru sekaligus HUT PGRI, untuk Jateng juga diisi ziarah ke makam pahlawan, dan kegiatan ilmiah,”pungkas Ketua Panitia Porseni PGRI Jateng 2018 Dr Maryanto. R01