UPGRIS – UII Ciptakan Genset Tenaga Surya Ramah Lingkungan

26
DIPASANG - Baru-baru ini, GTS karya tim UPGRIS dan UII Yogyakarta, dihibahkan kepada masyarakat Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Yogyakarta, sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Foto dok

SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bekerjasama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melakukan diseminasi teknologi program penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat dari Kemeristekdikti. Kerjasama ini telah menghasilkan luaran produk berupa Genset Tenaga Surya (GTS)

“Kelebihan GTS ini dapat menyimpan energi matahari, dan mengubahnya menjadi energi listrik bertegangan 220 volt. Tidak hanya itu, karena menggunakan tenaga surya, genset ini tidak memerlukan solar atau bensin jadi lebih efisien. Didalam GTS terdapat aki, yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik hasil dari paparan sinar matahari, yang selanjutnya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari,” papar Ketua TIM dari UPGRIS Dr Achmad Buchori MPd, di kampus I Sidodadi Semarang, Senin (19/11).

Diterangkan, jika produk GTS ini merupakan kerjasama antara UPGRIS, UII, dan Kemenristekdikti. “GTS ini mempunyai kapasitas 1200 Watt/Hour, dan dapat menyimpan energi cahaya dari matahari serta mengubahnya menjadi energi listrik dengan tegangan 220 volt. Harapannya dapat dimanfaatkan kapan saja oleh warga,” imbuh Buchori.

Baru-baru ini, GTS yang sudah diproduksi dengan baik diserah terimakan kepada masyarakat  Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Alasan pemilihan tempat untuk hibah genset adalah masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.  Selain itu, antisipasi jika terjadi pemadaman listrik.

Serah terima GTS dihadiri oleh warga Wukirsari. Penyerahan GTS sebanyak tiga buah ini rencananya akan ditempatkan di tiga Dusun yaitu Dukuh Ngepringan, Gungan, dan Cakran. Penyerahan GTS ini disaksikan oleh perangkat desa, Ketua LPPM UPGRIS Dr Rasiman M Pd, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenristekdikti Robbi Prayudha, Listya Endang Artianti (UII), Ketua TIM dari UPGRIS  Achmad Buchori, serta anggota Sigit Ristanto.

Ketua LPPM UPGRIS Dr Rasiman MPd menambah GTS ini menjadi salah satu alternatif, untuk mengatasi kebutuhan energi listrik masyarakat. “Genset ini menjadi salah satu alternatif mengatasi kebutuhan energi listrik masyarakat. Diharapkan mampu memacu warga masyarakat, yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif yang ada. Harapan dari pendampingan tidak hanya pada alat ini saja. Namun, bisa melihat permasalahan yang ada di desa sehingga kami bisa memberikan solusi yang terbaik,”imbuhnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kemenristekdikti Robbi Prayudha menambahkan, jika hasil-hasil penilitian dari perguruan tinggi atau lembaga litbang, diharapkan bisa langsung dimanfaatkan dan diterapkan kepada masyarakat. “Jangan sampai hasil penelitian berakhir dilaporan akhir saja, namun juga bisa diterapkan di masyarakat,”pungkasnya. R01