Tim UFST2D Undip Beri Pendampingan bagi UKM Tenun Ikat Troso

76
PENDAMPINGAN - Tim Pengabdian Masyarakat UFST2D Undip saat melakukan pendampingan kepada UKM pengrajin tenun ikat tradisional di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, kemarin. Foto dok

SEMARANG – Tim pengabdian masyarakat Undip, yang terdiri dari ketua Darwanto dan anggota Budi Rahardjo, Suharnomo, serta Edy Yusuf, melakukan pendampingan kepada pengrajin tenun ikat tradisional di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Melalui program Undip For Science Techno Tourism Development (UFST2D) 2018, tim tersebut berkomitmen selalu hadir dan membantu para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Jateng.

“Melalui tri dharma perguruan tinggi, berupa pengabdian kepada masyarakat, kita berkomitmen selalu hadir dan membantu para UKM di Jateng. Hal tersebut bertujuan untuk, meningkatkan kualitas produk dan SDM, sehingga memiliki produk dengan daya saing yang tinggi. Salah satunya, pendampingan kepada pengrajin tenun ikat tradisional di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara,” papar Ketua Tim Pengabdian UFST2D Undip Darwanto di kampus Undip Tembalang, Semarang, Senin (19/11).

Dijelaskan,selain ukiran kayu, Jepara juga menyimpan potensi kekayaan yang lain, salah satunya kain tenun ikat yang tersentra di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Hal ini didasarkan dari jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin kain tenun ikat tradisional tersebut, cukup banyak ditemukan di wilayah tersebut sehingga kemudian dikenal sebagai tenun ikat Troso.

“Sejauh ini meski kualitas dan kuantitas produk sudah bagus, namun masih belum banyak pengerajin yang memanfaatkan teknologi internet dan media sosial, sebagai wadah untuk memasarkan produk. Padahal di era teknologi informasi seperti ini, ada berbagai sarana yang bisa kita manfaatkan ini. Terutama penggunaan teknologi internet berbasis media sosial, yang kita harapkan dapat membantu mereka dalam kegiatan memasarkan produksi. Sekaligus mendongkrak pendapatan Pemerintah Derah (Pemda),” tandasnya.

Darwanto menuturkan, melalui pengabdian masyarakat tersebut pihaknya memberi pelatihan terhadap pengrajin kain tenun ikat tradisional di Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso, dan Koperasi Tenun Tiara di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Macam pendampingan yang diberikan berupa pembuatan website untuk Desa Troso, dan papan nama proses produksi serta penerapan aplikasi software untuk pengelola pokdarwis Desa Troso.

“Pemanfaatkan teknologi internet ini, juga menjadi salah satu strategi dalam proses memasarkan produk hasil tenun dari masyarakat. Sekaligus, mempromosikan potensi wisata di Desa Troso, sehingga kita harapkan desa ini bisa menjadi ikon pariwisata baru di Jepara,” tandasnya.

Ditandaskan, sejauh ini sudah banyak proses pendampingan yang dilakukan tim dosen Undip, melalui program UFST2D. “Kita siap membantu para pelaku usaha UKM di kota atau daerah lain, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM hingga produk. Ini hanya sebagai contoh yang sudah kami lakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,”pungkas Darwanto.R01