Ganjar Ajak Pelajar Gemar Makan Buah dan Sayur

42
 SEMARANG – Pola hidup sehat harus kita mulai sejak dari sekarang. Paling mudah,  dari cuci tangan sebelum makan. Tidak hanya makan makanan yang sehat dan bersih, cara makannya pun harus dengan tangan yang bersih. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam  Gebyar Germas Pelajar Jateng, memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Tingkat Jateng di GOR UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang, Jumat (23/11).
Gubernur mengajak generasi muda untuk membiasakan hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur, buah berolah raga dan menjaga kebersihan. Hampir 90 persen penyakit yang ada saat ini, masuk dalam kategori degeneratif yakni penyakit yang ditimbulkan karena pola hidup tidak sehat, termasuk kurang berolahraga. Untuk itu, pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di kalangan pelajar.
 “Sebenarnya anak-anak ini kita siapkan untuk menjadi anak cerdas dan sehat. Tapi ternyata masih banyak di antara mereka yang belum memiliki pola hidup sehat. Cuci tangan belum terbiasa, makan buah dan sayur tidak menarik karena junk food lebih menarik. Mereka ternyata banyak yang tidak suka berolahraga,” katanya.
Ganjar menjelaskan, kalau dari sisi hulunya bisa kita cegah dengan makan sayuran dan buah-buahan, cuci tangan sebelum makan, olahraga sehari 30 menit itu akan sangat efektif sebagai langkah pencegahan.”Maka ini treatment yang kita jalankan agar mereka bisa happy dan sehat,” katanya.
Karena pola hidup yang tidak sehat itu, berdasar data Dinas Kesehatan Jateng dalam 30 tahun terakhir ini, terjadi perubahan pola penyakit. Pada era tahun 1990an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular. Sejak tahun 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kencing manis. Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini dapat menyerang bukan hanya usia tua tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan kaya dan miskin dan tinggal di kota maupun di desa. “Kalau seperti ini dalam politik kesehatan dari hulu membahayakan, karena mereka punya potensi penyakit yang tinggi. Maka jatuhnya kalau sakit klaim BPJS akan tinggi seperti saat ini,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Yulianto Prabowo menambahkan proporsi penduduk yang makan sayur dan buah sangat kecil, apalagi dibandingkan dengan negara lain. Sehingga kebiasaan makan buah dan sayur harus dilakukan sejak kecil.  “Memang masyarakat tidak terbiasa makan buah dan sayur padahal sayur dan buah banyak di sekitar kita dan murah, tapi tidak terbiasa sejak kecil. Sehingga kita mengkampanyekan makan buah dan sayur,” pungkasnya. R01