Pemerintah Dorong Perkuliahan Online- STIE AKA Bangun Gedung Baru

21
PEMBANGUNAN GEDUNG: Guru Besar Y Sutomo disaksikan Kepala LL Dikti Jateng DYP Sugiharto, memimpin peletakan batu pertama pembangunan kampus utama STIE AKA, di Jalan Siliwangi, Sabtu (9/2). (11* )

SEMARANG- Kalangan perguruan tinggi diinginkan mulai menerapkan sistem perkuliahan berbasis dalam jaringan (online).  Perkuliahan model digital juga dikenal dengan nama blended learning. Pengertiannya,  metode ini gabungan dari keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka maupun virtual.

”Memang belum untuk semua kampus. Tapi keinginannya terdapat perguruan tinggi yang mulai menjalankannya. Prinsipnya metode perkuliahan digital manfaatnya sangat banyak,” kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Jateng Prof DYP Sugiharto, Sabtu (9/2).

Guru besar ilmu konseling itu berbicara dihadapan tamu undangan yang menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kampus utama STIE AKA di Jalan Siliwangi. Hadir pula Ketua STIE AKA, Prof Dr Y Sutomo,  Ketua Yayasan Tri Mulia Utama, Kusmanto,  hingga Ketua Aptisi Jateng Prof Dr Edi Noersasongko.

DYP Sugiharto menambahkan kebijakan untuk mengurangi kuliah tatap muka tidak memerlukan izin khusus. Pengertiannya, kuliah berjalan seperti biasa tapi pada beberapa pertemuan memakai sistem online. ‘’ Di toleransi 40 % online,” tegasnya.

Sistematika  ini juga sangat membantu mereka yang kuliah sambil bekerja. Kendati demikian dibutuhkan rancangan kuat dalam pelaksanaannya. STIE AKA dianggap perguruan tinggi yang siap menerapkan model itu.

Prof Y Sutomo  menyampaikan apresiasi atas dorongan pemerintah supaya kampusnya menerapkan kuliah online.

Tak kurang pihaknya juga kian mempersiapkan berbagai fasilitas modern. Termasuk pembangunan gedung tujuh lantai untuk perkuliahan. Kampus itu membangun infrastruktur kuat berkaitan juga jumlah peminat kuliah kian bertambah dari tahun ke tahun. (11-Red)