Gus Miftah Ajak Akademisi Jaga Kondusivitas

7

SEMARANG- Pendakwah Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah mengajak masyarakat dan akademisi untuk turut andil dalam menjaga kondusivitas. ”Perbedaan di masyarakat seharusnya tidak membuat kita terpecah belah. Perbedaan adalah hal yang wajar, oleh karenanya, akademisi punya andil besar untuk turut menjaga dan memberi edukasi masyarakat tentang keberagaman,” ungkapnya, saat bershalawat di masjid kampus Unissula, Semarang, Senin (11/3) malam, yang dihadiri ribuan jamaah ini.
Menurut penceramah eksentrik tersebut, apalagi menjelang Pilpres hendaknya semua pihak bisa menahan diri dan membuat suasana sejuk. “Di Indonesia ada dua jenis orang yang susah dinasehati yang pertama adalah orang yang sedang jatuh cinta yang kedua adalah pendukung capres,” ungkapnya berseloroh.
Menurut Gus Miftah salah satu akar masalah dari berbgai silang sengkarut yang terjadi selama ini karena banyak orang yang bersuara nyaring tapi kurang ilmu, banyak yang bersuara lantang tapi tidak memahami persoalan. Oleh karena itu, peran akademisi sangat membantu dalam hal itu.
“Saat ini banyak orang yang semangat ber-agamanya bagus. Tetapi ilmunya belum memadai sehingga sering salah persepsi dalam memahami persoalan, sehingga acapkali menimbulkan kegaduhan. Memahami ilmu jangan setengah-setengah, namun komprehensif dari berbagai sudut,” kata Gus Miftah yang mencoba untuk menawarkan pengajian model baru – dan populer sebagai dai kondang yang ceramah di klub-klub malam dengan jemaahnya berpakaian seksi ini.
Turut hadir dalam kesempatan itu Rektor Unissula Ir H Prabowo Setiyawan MT PhD, Wakil Rektor I Drs Bedjo Santoso MT PhD dan jajaran dekanat Fakultas Teknik. Teknik Bershalawat menghadirkan hadroh Almuqorobin dari Kendal. tie