Kampus Tempat yang Sehat untuk Berdemokrasi

49

SEMARANG -Kampus merupakan tempat yang sehat untuk berdemokrasi. Bukan berpolitik, namun tempat adu argumentasi dari berbagai hal. Bahkan calon presiden dan legislatif pun sudah seharusnya diuji visi dan misinya lewat civitas akademika.
Demikian dikatakan oleh pengamat politik Rocky Gerung, dalam kuliah umum, bertemakan Menakar Akal Sehat dalam Kebhinekaan Bangsa, Rabu (13/3), yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unissula. Acara dibuka Dekan FH Prof Dr Gunarto dan dihadiri ribuan mahasiswa.
Proses demokrasi menurutnya, salah satunya adalah dalam bentuk ‘adu’ argumen dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Di satu sisi, akademisi memiliki ilmu untuk melihat, menganalisa dan menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa.
Dalam kesempatan ini hadir pula mantan Rektor Unissula 2009 – 2013, Prof Dr Laode M Kamaludin. Dia menyorot, pentingnya akal sehat dalam bernegara. Akal sehat bisa mendorong dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang baik. Akal sehat juga bisa medukung tradisi berpolitik tentang keadilan.
Dr Fuad Bawasir, mantan Menteri Keuangan, memaparkan, jika akal sehat penting. Sebab, banyak orang pintar tetapi tidak nalar, juga banyak orang berpangkat tapi jadi ‘jongos’. Belum lagi banyak pejabat yang ditangkap KPK, karena menyalahkan wewenangnya. ”Akal sehat penting untuk menjaga jalannya demokrasi, demokradi harus dijalankan dengan akal sehat,” jelasnya.
Dengan akal sehat pula, diharapkan ketimpangan penegakan hukum, sosial dan ekonomi yang mengganggu jalannya demokrasi bisa diatasi. Sehingga tradisi berpolitik tentang keadilan bisa terjaga dengan baik. tie