IJTI dan Unissula Jalin Kerja Sama

34
Ketua IJTI Teguh Hadiprayitno dan Rektor Unissula Prabowo Setiyawan.

SEMARANG- Mahasiswa harus dibekali ketrampilan lain, bukan hanya teks books. Sebab, untuk lebih mengetahui tentang kondisi di luar perkuliahan.
”Dengan pembekalan ilmu jurnalistik misalnya, maka mereka akan terbuka wawasannya. Apalagi, saat ini di era digitalisasi, informasi berkembang pesat,” jelas Dekan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi, Unissula Semarang, Dr Hartono SS MPd, Kamis (14/3/2019). Dia mengatakan hal itu saat membuka Talkshow Jurnalistik bertemakan Industri media dan praktik jurnalistik di era digital.
Menurutnya, dengan mendatangkan nara sumber para jurnalis ini, diharapkan mahasiswanya bisa terbuka wawasan dan ketrampilannya dan bisa digunakan saat lulus nanti. Mahasiswa juga bisa untuk memenuhi kridit kokurikuler. Yakni, satuan kridit di luar kridit inti untuk pendamping ijazah. ”Sehingga bisa kompetitif di dunia kerja,” jelasnya.
Dalam acara tersebut dibuka oleh Rektor Ir Prabowo Setiyawan PhD dan menhadirkan nara sumber jurnaslis dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng Dr Teguh Hadiprayitno.
Rektor mengatakan, talkshow ini diharapkan bisa jadi ilmu yang bermanfaat. ”Komunikasi terus berkembang. Di satu sii, kesukaesan seseorang dalam kehidupan tergantung kemampuan berkomunikasinya, berlogika dan berpikir cepat,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi juga menandatangani kerja sama dengan IJTI Jateng. Sementara itu, Teguh Hadiprayitno mengatakan, di era revolusi industri 4,0, digitalisasi menjadi suatu yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan. Termasuk makin pesatnya informasi di semua lini kehidupan. tie