Alpukat Turunkan Kolesterol

59
Oleh: Zakiah Ratno Bestary

KOLESTEROL merupakan salah satu dari golongan lemak padat yang berwujud seperti lilin. Kolesterol bersifat aterogenik atau sangat mudah menempel yang kemudian membentuk plak pada dinding pembuluh darah. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dan berlebihan di dalam darah akan sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2016 prevalensi penyebab kematian tertinggi terjadi pada akut miokard infark (AMI) 2 (13,49%), gagal jantung (13,42%) dan penyakit jantung lainnya yang disebabkan karena kolesterol (13,37%) (Depkes RI, 2009).
Buah alpukat yang bernama latin Persea Americana dan berasal dari Amerika tengah yang terkenal di Indonesia. Kandungan asam lemak tidak jenuhnya dapat menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) darah sehingga dapat menurunkan risiko penumpukan kolesterol di pembuluh darah. Serat pada buah alpukat terdiri dari serat larut air dan serat tidak larut air. Serat larut air dapat mengikat asam empedu yang digunakan untuk mengelmusikan lemak dan kolesterol yang ada di saluran cerna, kemudian dibuang kadar asam empedu berkurang, selanjutnya hati akan memproduksi asam empedu yang hilang tersebut. Proses ini membutuhkan kolesterol sehingga kolesterol dalam darah akan diproses oleh hati untuk diuraikan menjadi asam empedu. Hasilnya, terjadi penurunan kolesterol darah.
Selain itu, serat larut air ini dapat memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat (glukosa) sehingga dapat membatasi pelepasan hormon insulin untuk metabolisme glukosa. Dengan demikian kadar glukosa seseorang akan terkontrol. Sedangkan serat tidak larut air berfungsi untuk mencegah sembelit dan juga mencegah kanker kolon. Dalam menurunkan penumpukan kolesterol, alpukat mempunyai kandungan serat tinggi yaitu 75% dari kebutuhan 1 hari yaitu setiap 100 gram alpukat mengandung serat 17,4 gram sedangkan kebutuhan serat orang dewasa sekitar 20 gram/hari, dengan demikian konsumsi alpukat 100 gram satu hari sudah sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan serat sehari.
Cara mengkonsumsi buah alpukat dapat dalam keadaan segar tanpa tambahan apapun. Kandungan lemak yang tinggu pada buah alpukat membuat rasanya cukup lezat. Jika anda menyukai rasa manis, buah alpukat dalam keadaan segar bisa ditambahkan sedikit gula. Alpukat juga dapat diolah menjadi jus serta menjadi campuran minuman segar seperti es campur atau es teler.
Kandungan lemak yang tinggi pada buah alpukat menyumbangkan 12% dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG). Selain itu, juga mampu memberikan minyak secara alami pada tulang-tulang persendian tubuh, seperti leher, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Hal ini mencegah pengapuran tulang.
Selain itu buah alpukat mengandung zat besi, tetapi jumlahnya bisa dikatakan rendah, yaitu <10% dari AKG yang dianjurkan. Namun, dalam buah alpokad mengandung vitamin C sebanyak 13 gram yaitu setara dengan ¼ dari AKG yang dianjurkan sehingga dengan kandungan vitmin C tersebut maka zat besi yang terdapat didalam buah alpukat dapat diserap dengan baik oleh tubuh sehingga mencegah anemia. Buah alpukat juga dapat melindungi tubuh dari penyakit pembuluh darah seperti tekan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Perbandingan kalium dan natrium dalam buah alpokad cukup baik dan mendorong terciptanya kondisi basa disalam tubuh kita. Mengkonsumsi 100 gram alpukat maka sudah mencukupi ¼ dari kebutuhan kalium satu hari.
Kesimpulan dari artikel ini adalah kolesterol sangat mudah menempel yang kemudian membentuk plak pada dinding pembuluh darah dan dalam menguranginya bisa dengan mengkonsumsi buah alpukat setiap hari. Penderita kolesterol ataupun tidak bisa mengkonsumsi alpukat 100 gram sehari selain dapat menurunkan kadar kolesterol, alpukat juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian dan mengurangi anemia.

Oleh: Zakiah Ratno Bestary
Mahasiswa Prodi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang