Dewasa dengan Quarter Life Crisis

153
Iik Nurul Ulfah

SETELAH ini mau lanjut kuliah dimana ya? Sepertinya kuliah jurusan hukum enak deh, tapi sayangnya orangtua kurang setuju. Setelah lulus mau ngapain ya? Wah lebih enak kerja di perusahaan A sepertinya.
KALIAN pernah mengalami nya atau kalian sedang mengalaminya? Beberapa contoh penggalan diatas merupakan salah satu bentuk dari quarter life crisis istilah tersebut ditemukan pertama kali oleh Alexandra Robbins dan Abby Wilner pada tahun 2001 berdasarkan hasil penelitiannya mereka menemukan bahwa quarter life crisis adalah fase kehidupan dimana individu mulai memasuki kehidupan yang nyata dengan meninjau masa lalunya, apa yang telah dilakukan, apa yang telah didapatkan, dan merasa punya tuntutan hidup untuk masa depannya. Usia 25-33 tahun adalah usia rentan untuk mengalaminya sehingga disebutnya istilah “quarter” karena terjadi pada seperempat umur menuju dewasa.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Robinson pada tahun 2011 quarter life crisis ditandai dengan perasaan tidak menentu, kurang dapat membuat suatu keputusan berdasarkan kenyataan, bahkan sampai bimbang dalam menentukan masa depannya sehingga merasa salah dengan keputusan yang telah diambilnya dan sering muncul perasaan “sepertinya salah jurusan deh…” “seharusnya kerja dulu baru lanjut kuliah lagi” “merasa paling bodoh diantara teman-teman yang lain”.
Quarter life crisis sendiri memiliki 5 fase. Fase yang pertama akan timbul suatu perasaan terjebak dengan keadaan, fase yang kedua muncul suatu dorongan yang kuat untuk mengubah keadaan tersebut, fase yang ketiga beberapa orang akan mulai melakukan tindakan yang bersifat krusial misalkan memutuskan untuk berhenti kuliah atau bahkan keluar dari pekerjaannya, fase keempat adalah fase dimana individu membangun pondasi yang kuat agar dapat mengendalikan arah dan tujuannya, dan fase kelima individu tersebut akan lebih fokus pada sesuatu yang memang menjadi passion atau minatnya.
Lalu apa yang harus dilakukan jika sedang mengalami quarter life crisis? Tenang, sebenarnya quarter life crisis adalah masalah yang sangat ringan namun jika kurang paham cara mengatasinya akan dapat menjadi penyakit bahkan sampai bisa depresi. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi quarter life crisis.
Tips pertama adalah penguatan iman dari masing-masing individu, karena ini merupakan pondasi utama agar mudah dalam hal pengontrolan diri salah satunya penyakit “iri” dan menyadarkan akan rasa “syukur”. Tips kedua adalah lovely your self, berhenti membandingkan diri sendiri dengan yang lain dan jadilah versi terbaik untuk dirimu. Tips ketiga adalah bertemanlah berdasarkan kualitas bukan kuantitas, lingkungan punya pengaruh kuat jadi pilihlah teman yang selalu menumbuhkan jiwa optimisme bukan pesimisme. Tips keempat bijaklah dalam menggunakan sosial media, seperti mulai untuk membuat jadwal harian dalam menggunakan sosial media misalkan 15 menit untuk intagram, 15 menit untuk twitter, dan 15 menit untuk youtube mungkin akan dapat meminimalisir penyakit hati yang tidak diinginkan. Tips kelima jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan lakukan saja apa yang kalian tekuni untuk urusan berhasil atau tidak anggaplah bonus.
Quarter life crisis sebenarnya merupakan suatu titik balik kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dari adanya quater life crisis kita akan dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri sehingga pada akhirnya kita akan menyadari bahwa kebingungan tidak akan membantu apapun yang harus tetap kita lakukan adalah bergerak dan menjalaninya semua. Stay optimisme untuk kalian yang sedang mengalami quarter life crisis, salam optimisme!

Oleh: Iik Nurul Ulfah
Mahasiswa Prodi S1 Kebidanan, Universitas Islam Sultan Agung Semarang