Pentingnya Edukasi Seks Sejak Dini

139
Sintia Melinda Putri

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat trend kekerasan terhadap anak dalam pendidikan di tahun 2018 cukup meningkat. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan dari total 445 kasus bidang pendidikan sepanjang tahun ini, 51,20 persen atau 228 kasus terdiri dari kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang kerap dilakukan oleh pendidik, kepala sekolah dan juga peserta didik bahkan dilakukan oleh keluarga. Pada awal tahun 2018 hingga akhir Bulan Februari 2018, jumlah korban kekerasan seksual pada anak di Indonesia sudah mencapai 117 anak dan 22 pelaku.
Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak semakin hari semakin meningkat di Indonesia. Ironisnya banyak kasus yang tidak dilaporkan ke pihak berwajib oleh keluarga dan korban, lalu kebanyakan mereka tidak menceritakan apa yang telah di alami korban karena tidak ingin aib diketahui orang lain. Hal ini pun bisa disebabkan karena anak tidak mendapatkan pendidikan seksual sejak dini dan pola asuh yang kurang tepat. alasanya karena banyak orang tua yang menganggap bahwa pendidikan seks membawa pengaruh buruk dalam kehidupan anak dan akan membuat anak merasa penasaran sehingga memicu penyimpangan perilaku seks. Sedangkan Orang tua lah yang memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan seks.
Anak yang dilecehkan secara seksual menderita gejala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal. Pelecehan seksual anak dapat mengakibatkan gangguan psikologis yang umum seperti sakit saraf, sakit kronis, perubahan perilaku seksual, masalah sekolah/belajar, dan masalah perilaku termasuk penyalahgunaan obat terlarang, perilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri. Efek negatif jangka panjang pada perkembangan korban yang mengalami perlakuan berulang pada saat dewasa akan berpotensi menjadi pelaku kejahatan seksual. Risiko bahaya akan lebih besar jika pelaku adalah keluarga atau kerabat dekat, juga jika pelecehan sampai ke hubungan seksual atau paksaan pemerkosaan, atau jika melibatkan kekerasan fisik.
Terjadinya Kerusakan fisik berupa cidera yang Tergantung pada umur anak dan tingkat kerusakan yang dialami, pelecehan seksual anak dapat menyebabkan luka dalam dan pendarahan. Serta Infeksi akibat pelecehan seksual pada anak dapat menyebabkan infeksi pada organ kelamin dan penyakit menular seksual.
Pentingnya peran Orang tua dalam memberikan pendidikan seksual sejak dini pada anak. Pendidikan pun dilakukan secara bertahap Pertama bisa dimulai dari menanamkan rasa malu pada anak dengan tidak membiasakan anak untuk tidak mengenakan pakaian didepan orang lain misalnya sehabis mandi / Buang air. Kedua Orang tua harus memperkenalkan bagian tubuh penting yang dimiliki anak (misalnya alat vital) beserta fungsinya. Ketiga mengajarkan anak mengenai organ yang tidak boleh disentuh orang lain misalnya seperti Dada, Perut, Bokong, dan sekitar celana. Keempat menjaga anak untuk tidak melihat gambar-gambar, Film, dan bacaan yang mengandung unsur pornografi, Pasalnya, tak jarang kejahatan atau pelecehan seksual justru dilakukan seorang anak di bawah umur berawal dari tontonan yang tidak benar.
Maka dari itu pendidikan seksual harus diberikan sejak dini agar anak terhindar dari segala bentuk kekerasan khususnya kekerasan seksual.

Oleh: Sintia Melinda Putri
Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Prodi S1 Kebidanan