Hypnoparenting Bantu Ibu Perbaiki Temper Tantrum pada Anak

79
Lucky Indri Yani

HASIL sensus penduduk 2015 memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 mencapai 266,91 jiwa, untuk anak-anak usia 0-14 tahun terdapat 24,8% dari total populasi (BAPPENAS, 2018). Berdasarkan data tersebut setidaknya ada 66,17 juta generasi penerus bangsa yang memiliki potensi agar dapat dikembangkan untuk membawa kesejahteraan hidup di negara Indonesia tercinta.
Menurut para ahli Psikologi masa kanak-kanak merupakan usia kelompok dimana anak sedang mempelajari dasar-dasar perilaku sosial untuk mempersiapkan kehidupan sosialnya. Setiap anak dapat mengalami masalah perilaku jika terdapat ketidaksesuaian antara anak dengan lingkungan, alasannya karena anak sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan yang pada umumnya kurang berhasil.
Salah satu tugas perkembangan yang paling sulit dialui oleh anak adalah temper tantrum atau yang lebih sering dikenal dengan anak rewel, hampir setiap anak mengalami temper tantrum dan pada umumnya hal ini terjadi pada hampir seluruh periode awal masa kanak-kanak. Temper tantrum dapat terjadi karena adanya masalah emosional dan tingkah laku, sering terjadi karena anak merasa frustasi dengan keadaannya, sedangkan mereka tidak mampu mengungkapkan apa yang sedang dirasakan dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya, sehingga anak akan menunjukkan sikap yang dapat menampilkan rasa tidak senangnya, anak akan melakukan tindakan yang berlebihan, misalnya menangis, menjerit-jerit, melemparkan benda, berguling-guling, memukul ibunya bahkan menyakiti dirinya sendiri, bentuk tantrum pada anak usia 5 tahun ke atas semakin meluas yang meliputi perilaku-perilaku tersebut ditambah dengan memaki, menyumpah, memukul, mengkritik diri sendiri, memecahkan barang dengan sengaja dan mengancam. Temper tantrum dapat terjadi karena adanya masalah emosional dan tingkah laku.
Untuk itu saat ini ada sebuah pendekatan yang dapat membantu ibu dalam mengatasi temper tantrum pada anak yaitu dengan memberikan sugesti positif yang dikenal dengan hypnoparenting. Hypnoparenting adalah cara mendidik dan mengasuh anak dengan memberikan sugesti-sugesti positif sesuai dengan yang diharapkan para orang tua. Hypnosis adalah komunikasi atau perintah ke otak bawah sadar. Otak bawah sadar anak adalah sekitar 95% dan merupakan long term memory yang akan diingat anak sampai dewasa. Kalimat positif yang dibisikkan kepada anak akan mengarahkan ke perilaku yang positif. Sehingga hal ini lambat laun akan memperbaiki kondisi tantrum pada anak.
Aplikasi hipnosis untuk parenting ini dilakukan saat anak dalam kondisi relaks atau istirahat (mengantuk dan mata mulai tertutup) pada saat inilah ibu melakukan sugesti kepada anak dengan kalimat-kalimat yang mampu membuat anak percaya diri dan dengan katakata yang bernilai positif mensugesti anak dengan kalimat-kalimat positif, itulah kondisi otak anak dalam gelombang Alpha (8-12 Hz). Ketika otak bekerja dalam gelombang Beta (12 – 19 Hz), otak berada dalam keadaan waspada (alert), sedangkan dalam keadaan tidur lelap otak berada di gelombang Theta (4 – 8 Hz).

Penulis: Lucky Indri Yani
Mahasiswa Prodi Sarjana Kebidanan Universitas Islam Sultan Agung Semarang