Pemilu 2019 Diharapkan Membuat Masyarakat Dewasa dan Rasional

30
Nara sumber dalam dialog parlemen Jawa Tengah bersama Tri Jaya FM, bertemakan Kampanye damai pendidikan politik, Selasa (2/4/2019), di Hotel Gets, Semarang.

SEMARANG- Proses awal dalam pelaksanaan pemilu, jika dilihat berjalan damai. Tidak ada konflik. Namun yang dikhawatirkan, justru dari sisi kualitas sikap dan perilaku kontestannya. Dimana ada keinginan lewat pemilu untuk merebut kekuasaan.
”Pemimpin partai harusnya menunjukkan sikap dan perilaku yang mendidik masyarakat. Statemennya yang menentramkan, bukan menyebarkan tendensi rasa was-was. Saat ini, tidak sedikit lewat media sosial (medsos) menyebarkan irasionalitas. Sehingga ada upaya menyebarkan ketakutan pada masyarakat,” jelas pengamat politik dari Undip Semarang, Yuwanto.
Dia mengatakan hal itu dalam dialog parlemen Jawa Tengah bersama Tri Jaya FM, bertemakan Kampanye damai pendidikan politik, Selasa (2/4/2019), di Hotel Gets, Semarang.
Lebih lanjut menurutnya, misalnya, dengan menyebar isu-isu tertentu. ”Negara Indonesia lemah, negara Indonesia memiliki sistem pertahanan yang lemah. Padahal proses demokratisasi yang sudah berjalan dua dasawarsa ini, harusnya para pemimpin partai dan kontestan membuat pemilih berpikir rasional. Pemilu kali ini seharusnya menjadi pemilu damai dan membuat masyarakat dewasa dan rasional,” jelasnya.
Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi mengatakan, diharapkan pemilu ini, berjalan lancar. Terutama pada saat pencoblosan 17 April mendatang. ”Jujur, aman dan nyaman. Jangan sampai persaudaraan yang puluhan tahun terjalin, berubah hanya karena beda pandangan politik,” jelasnya.
Komisioner KPU Jateng Diyana Ariyanti menambahkan, dalam masa kampanye harus berjalan sesuai yang ditetapkan UU. ”Kami menghimbau peserta pemilu dan pihak terkait untuk menyampaikan visi dan misi sesuai UU,” jelasnya. Hadir juga Divisi Bidang Pengawasan Bawaslu Jateng Anik Solihatun. tie